Misteri Hutan Pletes

Monday, June 28, 2010

planet evolution (info) ,

Dibagian lain, tepatnya kalau membuka link Wana Wisata, saya sudah bertutur tentang perjalanan menembus belukar dan hutan Pletes Malang Selatan pada tanggal 06 Juni 2010 yang lalu untuk mencari keberadaan sang raja rimba yang konon masih ada 3-4 ekor di kawasan itu.

Tulisan ini hanya menambahi catatan yang sudah ada, tapi dari sisi misterinya. Sebetulnya saya termasuk orang yang tidak mudah percaya tahayul karena beberapa bukti ternyata mementahkan tahayul selama ini. contoh : pemakaian nomor rumah 13, seorang teman saya bahkan sukses study dan karir serta kehidupan keluarganya padahal nomor rumahnya 13.

Maka ketika sang guide dalam rombongan kami memasuki hutan liar Pletes yang lalu mengingatkan agar kami tidak " cekakak-an " (becanda yang keterlaluan) dan saat tiba didekat goa yang kami cari, saya memang sempat melihat diantara belukar didepan kami ada semacam (setidaknya sepintas menurut saya seperti semacam) benda kehitaman yang tidak jelas bentuknya karena terhalang belukar. Saya pikir itu adalah pintu goa yang akan kami tuju, padahal kenyataannya goa tersebut letaknya masih jauh diatas kepala kami.

Pak Jui, nama guide kami, mengatakan : "Saya lihat semacam sayap lebar seperti sayap kelelawar yang ber bintik bintik putih, tapi ketika saya dekati kok tidak ada lagi ...." (sayapun yang melihatnya tidak sedetil pak Jui memperkirakan benda tersebut berdiameter sekitar 50 an cm dan nyaris bulat ) Pak Jui menambahkan : " Saya rasa itu adalah si penunggu goa, tapi ngga apa apa kok asal kita tidak merusak atau mengganggu disini ... ", waduh.. saya yang sempat melihatnya menjadi agak merinding mendengarnya...

Sering memang kita mendengar cerita2 aneh saat ditengah hutan, misalnya tersesat ber utar-putar tidak bisa menemukan jalan keluar karena menginjak " wilayah gaib " yang tak kasat mata.
Sebenarnya kalau di pikir-pikir, tujuan dari berbagai informasi berbau tahayul ini adalah untuk menjaga perilaku kita agar tidak sembrono atau ceroboh di alam bebas sehingga tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Hutan Pletes

Misteri Penciuman Ikan Hiu

planet evolution (info) ,

Ikan hiu dapat mencium setetes darah dalam lautan yang jauhnya hingga seperempat mil.


Kini, misteri bagaimana persisnya ikan hiu menggunakan penciumannya yang manakjubkan untuk menemukan mangsanya telah terpecahkan.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa hidung hiu menggunakan “penciuman stereo” untuk mendeteksi – tidak lebih dari setengah detik – dari waktu yang dicium untuk menjangkau salah satu lubang hidung.

Sebuah penelitian baru menunjukkan, ketika para pemburu ini mengalami keterlambatan, mereka akan berputar ke berbagai arah menuju bau pertama.

Temuan ini diterbitkan dalam Current Biology – yang membantu memecahkan salah satu misteri dari ikan hiu yang lama tak terpecahkan.

Para ilmuwan Universitas South Florida mengumumkan temuan mereka setelah melakukan uji laboratorium pada delapan hiu kecil dan satu hiu abu-abu.

Ketua peneliti Dr. Jayne Gardiner menggunakan tutup kepala yang terdiri dari dua tabung pada ikan hiu dalam sebuah bak yang berisi 50 liter air laut, kemudian menyuguhkan cumi-cumi yang telah diasinkan ke masing-masing lubang hidung ikan hiu secara bergantian.

Ia menemukan bahwa ikan itu bertumpu pada kombinasi petunjuk arah – berdasarkan aroma dan aliran air – untuk berorientasi serta menemukan apa yang mereka cari.

Jika keterlambatan di antara aroma mencapai satu lubang hidung satu dengan yang lainnya – antara sepersepuluh setengah detik, hiu itu akan memutar kepalanya pada sisi pertama kali ia mencium bau cumi tersebut.

“Jika seekor hiu mengalami keterlambatan dalam mendeteksi aroma atau keterlambatan berlangsung lama – sedetik atau lebih – mereka sepertinya hanya akan berputar ke kiri dan ke kanan,” ujar juru bicara para ilmuwan.

“Hasil ini menyangkal anggapan umum bahwa hiu serta hewan lainnya mengikuti jejak aroma berdasarkan perbedaan konsentrasi molekul satu lubang hidung. Tampaknya teori tersebut tidak masuk akal ketika salah satu fisiknya dianggap bermasalah.”

Dr. Gardiner mengatakan, “Terdapat satu pendapat yang sangat meluas bahwa hewan itu menggunakan konsentrasi untuk mendeteksi bau.”

“Kebanyakan hewan dilengkapi dengan dua sensor penciuman – hidung atau antena. Sebagai contoh dan telah lama diyakini bahwa mereka membagikan konsentrasinya pada setiap sensor kemudian berputar ke arah samping saat menerima sinyal yang paling kuat.”

“Namun ketika bau itu tersebar mengikuti aliran air atau udara, pernyebaran ini sangat kacau.”
Seperti mencurahkan perhatian pada hiu, temuan tersebut kemungkinan juga dapat diarahkan pada robot bawah air yang siap menemukan sumber kebocoran kimia, seperti tumpahan minyak yang kini sedang menggenangi Teluk Meksiko, menurut para peneliti.

“Temuan ini dapat diterapkan pada kemudi bawah air,” ujar Dr. Gardiner.

“Robot-robot sebelumnya diprogram untuk melacak bau dengan membandingkan konsentrasi bau namun mereka tidak akan memfungsikan sebaik atau secepat binatang hidup.”

Dengan adanya tumpahan minyak di Teluk Meksiko, genangan minyak utama dengan mudah dilihat dan sumber utama mudah ditemukan, namun kemungkinan terdapat sumber lain yang menjadi penyebab kebocoran kecil yang belum ditemukan.

Organ-organ pencium dalam hidung beberapa hiu mampu mendeteksi satu tetesan darah dalam satu juta tetes air laut.


Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Penciuman Ikan Hiu

Legenda Kraken - Sang penguasa lautan

planet evolution (info) ,Mungkin tidak ada monster legendaris yang lebih mengerikan dibandingkan dengan Kraken, penguasa lautan yang membuat para pelaut bergidik ketakutan. Apa yang menarik dari legenda Kraken adalah adanya kemungkinan kalau legenda ini mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata.


Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.

Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita.

Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean atau Clash of The Titans. Jika ada makhluk raksasa penguasa lautan, maka Krakenlah namanya.

Karakter Kraken
Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun sebenarnya tidak demikian. Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam buku Systema Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735.

Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasi makhluk hidup ke dalam golongan-golongannya. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.

Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit tahun 1752 kalau Kraken "tidak bisa disangkal, adalah monster laut terbesar yang pernah dikenal".

Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau makhluk ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya terutama dari Kraken adalah riak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan kapal yang ada di dekatnya.

Menariknya, selain menggambarkan Kraken sebagai makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari makhluk misterius ini. Ia menyebutkan kalau ikan-ikan di laut suka berada di dekat Kraken. Karena itu juga, para nelayan Norwegia yang mengetahui hal ini suka mengambil risiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapalnya hingga berada tepat di atas Kraken.

Jika mereka pulang dengan membawa hasil tangkapan yang banyak, para penduduk desa tahu kalau para nelayan tersebut pastilah telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.

Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).

Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?

Benarkan mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di film-film?

Penampakan Signifikan
Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang menyelidiki subjek mengenai Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang tergambar dalam lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.

Dikisahkan kalau kapal tersebut adalah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan serangan tak terduga tersebut, para pelaut di atas kapal lalu membuat sebuah kaul untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya ini, mereka akan melakukan perjalanan ziarah.

Para awak kapal kemudian mengambil kapak dan mulai melawan monster itu dengan memotong tentakel-tentakelnya. Monster itupun pergi. Sebagai pemenuhan atas kaul itu, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa yang menimpa mereka.

Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut itu tidak diketahui persis tahun terjadinya. Namun, paling tidak, penyerangan monster raksasa terhadap sebuah kapal tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.

Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan perjumpaan lain dengan makhluk serupa cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang bertemu dengan makhluk itu juga di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa itu menyerang kapal mereka dan bahkan berhasil membunuh tiga awaknya.

Para awak kapal yang lain tidak tinggal diam dan segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga ia menghilang ke dalam lautan.

Kapten Dens memperkirakan monster itu memiliki panjang 11 meter.

Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton, menyaksikan seekor monster laut raksasa berenang tidak jauh dari kapal. Para pelaut segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian ditembakkannya ke arah monster itu.

Monster yang ketakutan dengan segera berenang menjauh. Namun, kapal Alencton segera diarahkan untuk mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi segera dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur yang kemudian segera jatuh ke dalam air dengan menyisakan hanya sebagian dari tentakelnya.

Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu diperlihatkan kepada komunitas ilmuwan, mereka sepakat kalau para awak kapal mungkin telah menyaksikan seekor cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.

Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan tentakel cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur, para peneliti menyimpulkan kalau hewan itu kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.

Pada tahun 1924, Frank T.Bullen menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Cruise of the Chacalot. Dalam buku ini, Bullen menceritakan sebuah kisah luar biasa yang disebut terjadi pada tahun 1875. Kisah ini membuat Kraken mendapatkan musuh abadinya, yaitu Paus Penyembur (Sperm Whale).

Menurut Bullen, pada tahun 1875 ia sedang berada di sebuah kapal yang sedang berlayar di selat Malaka. Ketika malam bulan purnama, ia melihat ada sebuah riakan besar di air.
"Ada gerakan besar di dalam laut saat purnama. Aku meraih teropong malam yang selalu siap di gantungannya. Aku melihat seekor paus penyembur besar sedang terlibat perang hebat dengan seekor cumi-cumi yang memiliki tubuh hampir sebesar paus itu. Kepala paus itu terlihat lincah seperti tangan saja layaknya. Paus itu terlihat sedang menggigit tentakel cumi itu dengan sistematis. Di samping kepalanya yang hitam, juga terlihat kepala cumi yang besar. Mengerikan, aku tidak pernah membayangkan ada cumi dengan kepala sebesar itu."
Mendengar kesaksian Bullen, kita mungkin tergoda untuk mengatakan kalau ia membesar-besarkan atau mungkin mengarangnya saja. Namun, pada Oktober 2009, komunitas ilmuwan menyadari kalau kisah yang diceritakan Bullen mungkin memang bukan sekedar cerita fiksi. Cumi raksasa memang bermusuhan dengan Paus Penyembur.

Di wilayah perairan di pulau Bonin di Jepang, para peneliti kelautan berhasil mendapatkan foto-foto langka yang memperlihatkan seekor paus penyembur sedang menyantap seekor cumi raksasa yang diperkirakan memiliki panjang 9 meter.


Dendam lama tidak pernah berakhir.

Giant Squid, Colossal Squid dan Giant Octopus
Sekarang, mari kita sedikit mengenal lebih jauh tiga teman raksasa kita yang mungkin telah memicu legenda Kraken. Saya akan mulai dari Giant Squid atau Cumi raksasa.

Giant Squid atau Cumi-cumi raksasa
Giant Squid atau cumi-cumi raksasa yang berasal dari genus Architeuthis ini memiliki 8 spesies dan diketahui bisa memiliki panjang hingga 13 meter bagi yang betina dan 10 meter untuk yang jantan. Ukuran ini dihitung dari sirip caudal hingga ujung tentakelnya. Namun, ukuran cumi ini bisa jadi lebih besar daripada yang diperkirakan.

Pada tahun 1880, potongan tentakel ditemukan di Selandia Baru dan diperkirakan merupakan milik dari cumi raksasa yang memiliki panjang 18 meter. Ukuran yang sangat luar biasa!


Ide kalau seekor cumi raksasa bisa menenggelamkan sebuah kapal mungkin terdengar mengada-ngada pada zaman ini. Namun, pada abad pertengahan, ukuran kapal tidak sebesar yang kita miliki sekarang. Contohnya, kapal Columbus yang bernama Pinta hanya memiliki panjang 18 meter. Sebuah cumi sepanjang 10-15 meter sudah bisa dipastikan dapat menyerang dan menenggelamkan kapal ini dengan mudah.


Perilaku giant Squid ini hampir tidak pernah dikenal sebelumnya hingga pada tahun 2004 ketika para ilmuwan Jepang berhasil mendapatkan 556 foto makhluk ini dalam keadaan hidup. Cumi-cumi tersebut terperangkap dalam sebuah jebakan yang dibuat. Ketika ia berhasil lolos, salah satu tentakelnya yang memiliki panjang 5,5 meter putus. Dari panjang ini, para ilmuwan tersebut memperkirakan kalau makhluk itu memiliki panjang 8 meter.

Colossal Squid atau Cumi Kolosal
Apabila kita mengira Cumi raksasa sudah memiliki ukuran yang luar biasa, maka, perkenalkan makhluk yang satu ini, Colossal Squid atau Cumi kolosal.

Makhluk ini memiliki nama latin Mesonychoteuthis hamiltoni dan para ilmuwan percaya kalau makhluk ini bisa bertumbuh hingga paling tidak memiliki panjang 14 meter. Ini membuatnya menjadi hewan invertebrata terpanjang di dunia. Walaupun demikian, para ilmuwan tidak bisa memastikan hingga seberapa panjang hewan ini bisa bertumbuh.

Mengenai Colossal Squid, Dr.Steve O'Shea, ahli cumi dari Auckland University berkata:
"Sekarang kita tahu kalau makhluk ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding Giant Squid. Giant Squid bukan lagi cumi terbesar di luar sana. Sekarang kita memiliki sesuatu yang lebih besar. Bahkan bukan cuma sekedar besar, tetapi benar-benar jauh lebih besar."


Colossal Squid di foto di atas ditangkap di Laut Ross dan memiliki panjang mantel 2,5 meter. Ukuran ini termasuk luar biasa karena Giant Squid terbesar yang diketahui hanya memiliki panjang mantel 2,25 meter. Lagipula, Colossal Squid di atas dipercaya masih dapat bertambah panjang hingga mencapai ukuran yang jauh lebih besar.

Jika ada Kraken di luar sana, maka bisa dipastikan kalau Colossal Squid adalah tersangka paling utamanya.

Lalu, apa bedanya Giant Squid dan Colossal Squid?

Giant Squid hanya memiliki tentakel yang memiliki lubang penghisap dan gigi-gigi kecil, sedangkan Colossal Squid memiliki tentakel yang juga dilengkapi dengan kait yang tajam. Beberapa kait bahkan memiliki 3 ujung.

Selain dua jenis Cumi-cumi di atas, makhluk yang satu ini juga memiliki tentakel dan bisa bertumbuh dalam ukuran yang luar biasa, yaitu Giant Octopus.

Giant Octopus atau Gurita Raksasa
Giant Octopus atau gurita raksasa bisa bertumbuh hingga memiliki panjang 9 meter. Panjang ini cukup membuatnya menjadi monster yang ditakuti oleh para pelaut. Makhluk inilah yang dipercaya Monfort sebagai monster yang menyerang para pelaut Norwegia di lepas pantai Angola yang lukisannya tergantung di Kapel St.Thomas.

Bangkai ini terdampar di pantai St.Augustine, Florida tahun 1896. Dipercaya sebagai Giant Octopus



Pada masa kini, teori mengenai Cumi atau Gurita raksasa dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai legenda Kraken.

Jika kita beranggapan kalau legenda Eropa yang mengatakan kalau Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau sebagai "membesar-besarkan", maka mungkin misteri Kraken memang sudah terpecahkan.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Legenda Kraken - Sang penguasa lautan

Misteri Tengkorak Kristal Suku Maya

planet evolution (info) ,Sebuah legenda telah diceritakan secara turun temurun sejak lama di Amerika Tengah. Baik suku Maya dan suku Aztec percaya bahwa dunia telah dihancurkan 4 kali dan yang kita tempati sekarang adalah dibawah Matahari ke 5. Raksasa hidup dibawah matahari pertama, dunia mereka telah dihancurkan oleh air. Matahari kedua menyaksikan naga dari udara menghancurkan dunia dan orang-orang diubah menjadi kera, hanya seorang pria dan seorang wanita yang diselamatkan. Matahari ketiga telah dihancurkan oleh api surga (meteor), manusia pada masa itu hanya makan buah-buahan.

Pada masa Matahari ke 4, manusia telah mati karena kelaparan, yang diikuti dengan banjir api dan darah. Diperkirakan akhir dari dunia ke 5 telah tiba karena Bumi telah bergetar (dikarenakan kemungkinan akan terjadinya pembalikan kutub magnet Bumi). Kemudian semua kehidupan akan lenyap.

Mungkin anda telah mendengar tentang kalender suku Maya. Dimulai dari 13 Agustus 3114 Sebelum Masehi, dan akhir jaman diperkirakan akan jatuh pada 21 Desember 2012. Ini berhubungan dengan Venus. Tetua suku Maya meninggalkan naskah kuno berisi berbagai ramalan, khususnya mengenai gerhana matahari. Mereka dianggap sebagai ahli astronomi yang terkenal.

Pada suatu masa ketika manusia menghuni 12 planet, terdapat 13 tengkorak kristal yang ditinggalkan. Mereka meninggalkannya untuk orang di Bumi. Orang Atlantis meninggalkannya untuk suku Maya. Bila digabungkan bersama, tengkorak ini dapat menyingkap informasi tentang asal usul kita dan bagaimana cara untuk menghindari bencana di masa yang akan datang. Nenek moyang kita dapat membuatnya berbicara, rahangnya dapat bergerak. Kita mungkin bisa menganggapnya sebagai sebuah komputer super canggih.

Hasil dari berbagai penelitian tentang tengkorak ini sangat mencengangkan. Sebut saja penelitian pada tengkorak yang dinamakan Anna Mitchell-Hedges yang dilakukan oleh laboratorium Hewlett Packard.


Hasilnya bisa diringkas sebagai berikut: “Peneliti kami tidak dapat menjelaskan bagaimana cara tengkorak ini dipahat pada masa lalu tanpa menggunakan alat-alat jaman sekarang.”

Menurut seorang ahli di Hewlett Packard, akan membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memahat tengkorak Anna Mitchell-Hedges meskipun menggunakan alat-alat modern. Tidak dapat dijelaskan bagaimana sebuah pahatan yang rapuh dapat bertahan utuh menghadapi goncangan-goncangan dan panas bumi.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa saja membantu memberikan bukti kebenaran dari legenda ini.

Perlu diinformasikan pula bahwa sejak akhir abad ke 19, perdagangan tengkorak kristal telah dimulai, namun kebanyakan adalah merupakan duplikat. Jadi ini adalah legenda atau….

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Tengkorak Kristal Suku Maya

Kasus Mutilasi Ternak yang membingungkan

planet evolution (info) ,Pada pertengahan tahun 1970an, beberapa peternak di Amerika Utara mulai melaporkan mengenai tewasnya ternak-ternak mereka secara misterius dengan kondisi termutilasi. Kasus yang dikenal dengan nama Mutilasi ternak (Cattle mutilation) ini kemudian menarik perhatian Pemerintah Amerika sehingga FBI pun diminta turun tangan menyelidikinya.


(Warning: Tulisan ini mengandung foto-foto yang tidak enak dilihat)


Cattle mutilation
atau mutilasi ternak adalah sebuah istilah yang diberikan kepada peristiwa pembunuhan ternak-ternak di Amerika dan Eropa dengan kondisi termutilasi pada beberapa bagian anggota tubuhnya. Namun, yang menarik adalah, mutilasi ini dilakukan dengan presisi yang luar biasa sehingga sepertinya dilakukan langsung oleh seorang ahli bedah.

Selain mutilasi, karakteristik misterius lainnya yang juga sering terlihat pada bangkai ternak yang terbunuh adalah darahnya yang kering dan hilangnya organ-organ tubuh bagian dalam secara misterius.

Catatan Awal Mutilasi Ternak
Menurut catatan, kasus serupa mutilasi ternak sebenarnya telah terjadi di Inggris pada akhir abad ke-19. Namun, kasus ini mulai menarik perhatian ketika terjadi di Colorado, Amerika Serikat, pada tahun 1967.

Pada tanggal 7 September 1967, Agnes King dan putranya Harry menyadari kalau kuda mereka yang berusia tiga tahun bernama Snippy tidak kembali ke ranch seperti biasanya. Kuda itu hilang selama dua hari hingga ditemukan pada tanggal 9 September berikutnya.

Snippy ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan hilangnya kulit dan daging di bagian leher dan kepala sehingga memperlihatkan tulangnya yang berwarna putih. Potongan mutilasi itu terlihat begitu rapi dan bersih. Yang anehnya, tidak ada darah terlihat pada bangkai ataupun pada tanah di sekitarnya.

Snippy

Menurut Harry, mereka juga bisa mencium adanya bau obat-obatan yang kuat di tempat itu.

Hari berikutnya, Harry dan Agnes kembali ke lokasi penemuan bersama kakaknya Mr.Berle Lewis dan istri Mr.Lewis. Kali ini, Mereka menemukan sepotong kulit dan daging kuda di dekat situ. Ketika Mrs.Lewis menyentuhnya, daging kuda tersebut segera mengeluarkan cairan aneh berwarna hijau yang menyebabkan luka bakar pada tangan Mrs.Lewis.

Selain potongan kulit dan daging, mereka juga menemukan tanda berupa lubang tusukan di tanah membentuk lingkaran di sekitar lokasi penemuan bangkai Snippy yang meliputi area seluas 5.000 yard persegi.

Mrs.Lewis kemudian menghubungi United States Forest Service dan seorang ranger bernama Duane Martin segera dikirim untuk menyelidiki. Dengan menggunakan alat ukur Geiger, mr. Martin menemukan adanya peningkatan aktifitas radioaktif pada jarak sekitar dua blok dari lokasi. Namun, ia tidak bisa memastikan siapa pelaku mutilasi tersebut.

Kisah mengenai mutilasi Snippy ini kemudian diangkat oleh Associated Press pada tanggal 5 Oktober 1967 sehingga membuat fenomena ini mulai dikenal di seluruh Amerika.

Ketika kasus ini mulai terjadi di banyak peternakan di Amerika, seorang senator bernama Floyd K.Haskell kemudian menghubungi FBI meminta bantuan untuk menyelidiki fenomena ini. Jadi, FBI pun turun tangan menyelidiki kasus ini pada tahun 1979.

Pada pertengahan tahun 1970an, mutilasi ternak dilaporkan terjadi di 15 negara bagian dari Montana hingga Dakota Selatan. Dan pada tahun 1979, diperkirakan jumlah ternak yang termutilasi telah mencapai ribuan. Fenomena ini tidak berhenti pada tahun 1970an saja, namun terus berlanjut hingga sekarang.

Karakteristik Fisik Mutilasi

Pada umumnya, dalam banyak kasus, ternak mengalami mutilasi dalam berbagai bentuk seperti pencongkelan mata dan pembuangan organ seksual dengan presisi pemotongan yang rapi. Kadang organ-organ dalam dan organ lainnya seperti lidah dan telinga juga hilang.


Pada bagian tertentu di tubuh hewan ditemukan kerusakan yang tidak jelas penyebabnya. Lalu seringkali pada hewan-hewan tersebut tidak ditemukan darah yang tersisa, seakan-akan seseorang telah menyedotnya sampai habis. Kalaupun ada sisa darah, maka darah itu terlihat telah mengalami perubahan warna yang cukup aneh dan tidak membeku selama berhari-hari.


Yang cukup membingungkan adalah tidak ditemukannya tanda-tanda serangan oleh hewan lain ataupun tanda-tanda pergumulan di lokasi tersebut. Dalam beberapa kasus, di dalam tubuh bangkai biasanya ditemukan sejenis bahan kimia aneh yang tidak biasa ditemukan di hewan-hewan pada umumnya.


Hewan-hewan liar seperti serigala dan coyote juga menolak untuk memakan sisa bangkai ternak yang sudah mati tersebut.

Ternak yang terbunuh biasanya ditemukan di area sepi dimana tidak ada hewan, manusia atau jalan menuju lokasi itu. Tanah dimana hewan itu ditemukan terlihat seperti melesak ke dalam. Ini mengindikasikan kemungkinan kalau hewan itu dibuang dengan cara dijatuhkan dari atas. Di dekat lokasi penemuan bangkai, biasanya juga ditemukan adanya tanda atau lubang tusukan di tanah di sekeliling bangkai.

Apa yang menyebabkannya?
Pada tahun 1979, FBI memulai penyelidikan resmi setelah menerima tekanan dari berbagai pihak. Dari hasil penyelidikannya, FBI menyimpulkan kalau kasus-kasus mutilasi yang dilaporkan pada umumnya adalah akibat serangan hewan lainnya.

Namun mereka juga mengakui kalau pada bangkai-bangkai tersebut terdapat anomali yang tidak dapat dijelaskan. FBI tidak dapat menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas mutilasi-mutilasi ini.

Disamping penyelidikan yang dilakukan oleh FBI, tidak terhitung banyaknya teori dan usaha yang dilakukan oleh penyelidik independen untuk mengungkap kasus ini. Dari semua teori tersebut, ada empat teori yang paling sering disebut, yaitu:

1. Teori UFO
2. Teori Konspirasi pemerintah
3. Teori sekte sesat dan psikopat
4. Teori sebab-sebab alamiah.


Teori UFO
Teori ini pertama kali diajukan oleh Linda Moulton Howe pada tahun 1980 dalam film yang dibuatnya yang berjudul Strange Harvest. Awalnya, Howe percaya kalau mutilasi itu adalah hasil dari kegiatan rahasia pemerintah. Namun ketika ia mewawancarai para peternak, ia cukup kaget karena banyaknya saksi yang melaporkan melihat objek terbang tak dikenal sesaat sebelum kasus mutilasi terjadi. Jadi, ia menyimpulkan kalau mutilasi ternak mungkin adalah akibat eksperimen yang dilakukan para alien terhadap hewan.

Mike Freebury, seorang peneliti mutilasi ternak, juga yakin kalau UFO bertanggungjawab atas fenomena itu.
"Kami memang belum pernah menangkap pelakunya. Namun, kami sering melihat benda-benda terbang aneh di lokasi. Kami memiliki rekamannya. Kami juga telah melakukan analisis frame demi frame dan menemukan kalau objek aneh itu muncul hanya beberapa detik sebelum menghilang."
Teori Mike sepertinya mendapat dukungan dari banyak saksi mata yang mengaku melihat hewan-hewan ternak dibawa oleh objek terbang tidak dikenal.


Philip S Duke, seorang peneliti UFO lainnya, pada tahun 1999, pernah menyatakan kalau mutilasi ternak sebenarnya dilakukan oleh alien yang berniat menggunakan ternak untuk meneliti dan mengembangbiakkan virus HIV/AIDS. Namun, Duke tidak bisa memberikan dasar yang kuat atas hipotesanya.

Konspirasi Pemerintah

Pada tahun 1997, Charles T.Oliphant, menulis sebuah artikel yang menyebutkan kalau mutilasi ternak sebenarnya adalah hasil dari penelitian rahasia pemerintah mengenai penyakit ternak dan kemungkinan penularannya kepada manusia.

Oliphant percaya kalau badan pemerintah seperti CDC dan militer Amerika juga ikut terlibat. Salah satu argumennya adalah penemuan obat-obatan buatan manusia pada bangkai hewan yang termutilasi.

Teori lainnya yang masih berkaitan dengan konspirasi adalah banyaknya kasus mutilasi yang terjadi di dekat fasilitas nuklir pemerintah. Sebagian percaya kalau militer Amerika telah menculik ternak-ternak itu untuk mengukur kadar Radiasi di dalam tubuh mereka.

Apa buktinya?

Jika sebagian saksi sering melihat objek terbang tak dikenal di sekitar lokasi peristiwa, maka saksi lainnya melihat objek terbang yang sangat jelas, yaitu helikopter berwarna hitam tanpa tanda.

Helikopter hitam ini kadang terlihat terbang di atas peternakan sesaat sebelum kasus mutilasi ternak terjadi. Dan sebagian saksi pernah melihat jelas kalau helikopter tersebut berisi manusia, dengan kata lain, helikopter hitam itu adalah kendaraan rahasia militer Amerika.


Salah seorang pensiunan sherif dari Utah pernah mengatakan dalam sebuah wawancara:
"Setiap kali kami menerima laporan mengenai adanya helikopter hitam, satu atau dua hari kemudian, kami selalu menerima laporan dari para peternak mengenai adanya dua atau tiga sapi yang mati."
Laporan adanya keterlibatan helikopter ini mungkin bisa menjelaskan mengapa bangkai hewan termutilasi terlihat seperti dijatuhkan dari atas.

Apakah mungkin Helikopter hitam tidak bertanda sama dengan UFO versi Linda Moulton Howe?

Apakah mutilasi ternak adalah hasil pekerjaan Pemerintah Amerika Serikat? Tapi kalaupun iya, mengapa dirahasiakan?

Apakah pemerintah Amerika tidak sanggup membeli sapi-sapi tersebut dari para peternak?

Sekte Sesat dan Psikopat
Menurut teori ini, para pengikut sekte sesat pemuja setan mungkin telah memutilasi ternak sebagai bagian dari ritual pengorbanan mereka. Misalnya, pada September 1975, seorang saksi mata melihat adanya sekelompok orang bertudung hitam di Idaho. Keesokan harinya, beberapa ternak ditemukan tewas termutilasi.

Walaupun argumen ini cukup lemah, namun pada tahun 1970an, teori ini cukup populer karena di Amerika sedang terjadi kebangkitan sekte sesat dengan ritual pengorbanan hewan.

Selain karena sekte sesat, ada yang percaya kalau mutilasi ini mungkin dilakukan oleh mereka yang mengalami kelainan jiwa atau psikopat. Dalam dunia psikologi memang dikenal adanya kelainan dimana sang penderita bisa mencapai kepuasan dengan memutilasi hewan.

Umumnya kasus yang dicatat adalah penyerangan terhadap hewan piaraan, namun bukan mustahil kalau oknum seperti itu kemudian juga menyerang ternak dan memutilasi mereka.

Tapi teori ini mungkin tidak bisa menjelaskan mengapa potongan mutilasinya terlihat rapi seperti seorang ahli bedah.

Teori sebab-sebab alamiah
Dibanding teori lainnya, teori sebab alamiah adalah teori yang paling banyak diterima.

Banyak peneliti percaya kalau kematian ternak itu awalnya karena sebab alami, namun kemudian bangkainya dirusak oleh predator, parasit atau hewan pemakan bangkai lainnya.

Alasan mereka cukup masuk akal. Misalnya, Dehidrasi pada bangkai ternyata bisa menyebabkan beberapa kerusakan atau luka yang sama dengan yang ditemukan pada kasus mutilasi ternak.

Lalu, hilangnya organ-organ dalam secara misterius bisa diakibatkan karena dimakan oleh hewan-hewan kecil pemakan bangkai dan parasit yang masuk ke dalam tubuh bangkai lewat bagian kulit yang tipis.

Mata yang hilang juga bisa diakibatkan karena dimakan oleh serangga-serangga kecil atau burung tertentu seperti elang dan nasar yang memang biasa memakan mata hewan.

Sedangkan mengenai darah yang kering bisa dijelaskan karena darah bangkai berkumpul di tempat yang rendah di dalam tubuh sehingga berubah menjadi komponen-komponen organik dasar. Lagipula, darah tersebut juga bisa menjadi habis karena dimangsa oleh serangga atau mengering karena panas matahari.

Teori ini banyak mendapatkan peneguhan dari eksperimen-eksperimen yang dilakukan kemudian. Salah satunya yang dilakukan oleh kantor Sherif Washington County.

Dalam eksperimen itu, tubuh sapi yang sudah mati diletakkan di ladang terbuka dan dipantau selama 48 jam berikutnya. Dalam tempo 33 jam, sekelompok serangga dan hewan pemakan bangkai seperti elang telah datang dan memakan organ-organ tubuh sapi tersebut, seperti mata dan organ seksual. lalu bangkai sapi tersebut ternyata juga mengalami penggembungan yang kemudian menyebabkan adanya kerusakan seperti irisan berbentuk air mata di kulit sapi tersebut.

Irisan ini persis seperti irisan operasi yang rapi dan sesuai dengan karakteristik irisan yang ditemukan dalam banyak kasus mutilasi lainnya.

Walaupun telah diteguhkan dengan eksperimen,
teori ini cukup mendapatkan banyak bantahan, terutama dari para peternak yang merasa kalau ternak mereka yang termutilasi bukan ternak yang sakit dan karakteristik kematiannya banyak yang tidak sesuai dengan sebab alamiah.

Tapi paling tidak, teori ini mungkin bisa menjelaskan sebagian besar kasus mutilasi. Memang, dalam banyak kasus yang dilaporkan ternyata ditemukan kalau penyebab kematian ternak tersebut hanyalah kematian karena predator. Para peternak yang melihat ternaknya mati ternyata segera mengasosiasikannya dengan fenomena mutilasi ternak.

Tapi teori ini mungkin tidak bisa menjelaskan mengenai adanya helikopter hitam, bau obat-obatan pada bangkai, tanah yang melesak dan tanda berupa lubang tusukan di tanah.

Jadi, apa yang menyebabkan mutilasi ternak ini sebenarnya?

Jika FBI saja tidak bisa menyimpulkan secara pasti anomali-anomali yang terjadi pada bangkai, siapa lagi yang bisa?

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Kasus Mutilasi Ternak yang membingungkan

Misteri Batu Kuno Peru : Manusia Hidup Bersama Dinosaurus

planet evolution (info) ,
Mari kita teliti foto-foto misteri batu ICA ini yg menggambarkan cerita suatu peradaban maju di jaman dinosaurus jutaan tahun lalu. Terdapat 10.000 batu ukiran manusia menunggangi dan mengejar dinosaurus, operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop, peralatan medis, peta dunia jaman purba dll, ukiran yang sulit dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.


Menurut laporan media setempat, batuan-batuan yang terukir gambar yang disimpan di museum tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa, binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori lain.



Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli terkait telah mengadakan tes kimia pada batu tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-batu tersebut berasal dari
sungai setempat dan merupakan batu Gunung Andes, permukaannya ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme jutaan tahun silam.


Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”, ditilik dari gambar batu ukiran tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat maju.





Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa melihat secara jelas suasana kehidupan manusia bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh, dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu. Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah sejak ratusan juta tahun silam, namun yang membingungkan adalah bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?





Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas punggung Triceratops, tangannya menggengam senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya, tampak seorang manusia tengah menunggang di atas punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.



Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr. Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi, mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.





Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang hingga sekarang masih merupakan misteri yakni daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang ditemukan juga ada gambaran tentang daratan purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke empat batu tersebut memang benar merupakan peta dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat dan akurat.



Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa geological menguasai teknologi medis yang tinggi, misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan pemisahan dan pengambilan benda berbentuk gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti transplantasi.



Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir gambar tentang gen genetika.





Yang lebih unik lagi, sejumlah gambar pada batu ukiran tersebut sama dengan gambar raksasa di dataran Nasca, ribuan bentuk dari potongan batu koral ini karya siapa, dan apa artinya, hingga sekarang masih merupakan misteri, namun, apakah garis atau bentuk batu-batu tersebut ada hubungannya dengan ukiran batu ICA, belum dapat di buktikan.


Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Batu Kuno Peru : Manusia Hidup Bersama Dinosaurus

Misteri Pocong Dekat Rumah Kost

planet evolution (info) ,Masih teringat cerita seorang teman saat baru kuliah semester 1, tentang sebuah kuburan di Desa X. Teman itu bercerita pengalamannya melihat hantu pocong di sekitar kuburan tersebut. Sekarang sudah semester 6, dan kebetulan ngekos di Desa X, di seberang kuburan pula, eh ternyata tetangga sekitar juga cerita topik pocong.

Saat ini pukul 00.07 WIB, dan baru saja saya pulang dari warung Burjo di seberang kuburan tersebut. Nampaknya perlu dilakukan penelitian tentang dampak dari rasa lapar terhadap kenekatan seseorang. Walhasil di sepanjang perjalanan hanya ditemani sugesti, tentang materi kajian yang dicuplik dari kitab Tahdzib Tashil Aqidah Islamiyah Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Aziz Al Jibrin. “Takut pocong itu syirik! Takut pocong itu syirik!”, sambil berharap tidak terjadi penampakan sebelum dan setelah mie dog-dog ala burjo selesai dilahap.

Begini ceritanya.


Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Pocong Dekat Rumah Kost