Showing posts with label tengkorak aneh. Show all posts
Showing posts with label tengkorak aneh. Show all posts

Salam Lucy! The new Queen of the Stone Age

Wednesday, October 13, 2010

planet evolution (info) ,

Sebuah arkeologi yang ditemukan telah menambahkan bab baru sejarah manusia dan bisa menggeser Zaman Batu kembali hampir satu juta tahun.



Dr. Zeresenay Alemseged, Kurator Antropologi di Akademi Ilmu Pengetahuan California, menggali sebuah tengkorak badak kuno di Dikika, Ethiopia

Telah ditemukan bukti penggunaan alat-alat batu untuk makan daging 3.400.000 tahun lalu - 800.000 tahun lebih awal dari yang diduga sebelumnya.

Menemukan bahwa nenek moyang pertama kita untuk menggunakan alat "the handy man", yang setengah kera, setengah manusia, dijuluki "Lucy" ketika kerangka itu ditemukan pada tahun 1976.

Tim yang dipimpin oleh Dr Zeresenay Alemseged dari Akademi Ilmu Pengetahuan California menemukan dua fosil tulang hewan sejak 3.400.000 tahun lalu yang memiliki bukti dipotong dan sumsum mereka diekstraksi dengan alat batu.

Ditemukan di Ethiopia, dekat dengan tempat Lucy ditemukan tahun 1976, berarti bahwa nenek moyang kami menggunakan teknologi pertama hampir satu juta tahun lebih awal dari pikiran pertama.

Perkembangan ini memiliki dampak besar pada cerita tentang kemanusiaan.

Kita sekarang bisa membayangkan Lucy berjalan sekitar lansekap Afrika timur dengan alat batu di tangannya mengais-ngais dan menyembelih daging..

Ini menunjukkan dua aspek kunci dari evolusi kita, makan daging dan menggunakan alat batu, terjadi lebih jauh lagi dalam sejarah kita.

Sampai saat ini, bukti tertua pemotongan dengan alat-alat batu berasal dari Bouri, Ethiopia, dimana tulang dipotong-ditandai beberapa tanggal untuk sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, umumnya dianggap sebagai awal Zaman Batu.

Alat-alat batu tertua, ditemukan di dekatnya Gona.

Tulang-tulang fosil baru yang ditandai oleh alat-alat batu, dijelaskan dalam Alam, juga ditemukan di Dikika, Ethiopia sekitar 250 kilometer timur laut Addis Ababa.

Mereka ditemukan hanya 200 meter dari lokasi di mana tim Dr Alemseged's menemukan "Selam", dijuluki putri Lucy pada tahun 2000, contoh bungsu dari spesies Australopithecus afarensis yang pernah ditemukan.

Kedua tulang berasal dari mamalia, yang pertama adalah fragmen tulang rusuk dari mamalia sapi, dan yang lainnya adalah fragmen poros tulang paha dari kambing berukuran mamalia.

Alat mengubah cara nenek moyang awal kita berinteraksi dengan alam, yang memungkinkan mereka untuk makan jenis makanan baru dan mengeksploitasi wilayah-wilayah baru.

Ini juga mengakibatkan jalan evolusioner kita yang pada akhirnya memungkinkan teknologi canggih seperti pesawat terbang, mesin MRI, dan iPhone.

Profesor Fred Spoor, University College London, memuji penemuan itu sebagai bab "baru" dalam sejarah manusia.

Ini adalah langkah maju yang besar dan kami telah menunggu ini untuk waktu lama. Kita tidak harus mengabaikan segalanya dari sebelumnya, tetapi kita harus menambahkan bab baru.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Salam Lucy! The new Queen of the Stone Age

Misteri tengkorak-tengkorak aneh dari Peru

Saturday, July 31, 2010

planet evolution (info) ,Ketika para arkeolog menemukan tengkorak-tengkorak aneh berbentuk memanjang di beberapa bagian dunia, segera muncul teori kalau tengkorak-tengkorak tersebut sebenarnya adalah milik para alien yang pada masa lampau mendatangi bumi. Benarkah begitu?


Saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai tengkorak ini. Tetapi baru kali ini saya memutuskan untuk mempostingnya. Tengkorak ini telah banyak menimbulkan banyak kesalahpahaman karena bentuknya yang aneh dan tidak biasa. Namun, sebenarnya, ada penjelasan yang masuk akal mengenai keberadaannya.

Elongated Skull
Tengkorak-tengkorak misterius tersebut dinamakan elongated skull atau tengkorak memanjang yang mulai dikenal luas ketika Robert Connolly mempublikasikan foto-foto yang diambilnya dari seluruh dunia.

Kebanyakan tengkorak seperti ini ditemukan di Peru di antara tengkorak-tengkorak suku Inca lainnya. Karena itu, tengkorak memanjang ini juga dikenal dengan sebutan Peruvian Skull atau Inca Skull.

Tengkorak serupa kemudian juga ditemukan di banyak negara lain di dunia, mulai dari Jerman, Perancis, Mesir, Afrika dan yang terbaru adalah di Siberia. Menariknya, di Mesir kita bisa menemukan relief pada bangunan-bangunan mereka yang menunjukkan adanya tokoh-tokoh yang memiliki bentuk kepala memanjang seperti ini.

Salah satu contohnya adalah ratu Nefertiti yang termashyur. Lalu, konstruksi ulang yang dilakukan terhadap kepala raja Tutankhamon juga menemukan kalau raja ini memiliki bentuk kepala memanjang seperti Nefertiti.

Dari dulu, memang banyak yang percaya kalau bangsa Mesir telah membangun piramida dengan bantuan alien. Adanya relief ini semakin membuat banyak orang yang percaya kalau beberapa tokoh Mesir yang ternama adalah keturunan alien.

Relief yang menunjukkan ratu Nefertiti dengan topi besar

Raja Tutankhamon dengan kepala memanjang

Walaupun koleksi Peru adalah yang paling terkenal di dunia, namun tengkorak Peru yang diperkirakan berusia sekitar 1.000 tahun itu bukanlah tengkorak memanjang tertua yang pernah ditemukan.

Pada tahun 1982, para peneliti menemukan tengkorak yang diklaim sebagai milik manusia Neanderthal yang berasal dari tahun 45.000 SM di gua Shanidar di Irak. Ini membuat tengkorak gua Shanidar menjadi tengkorak memanjang tertua yang pernah ditemukan.

Karena karakteristiknya yang aneh, maka spekulasi pun berkembang mengenai asal-usulnya.

Lalu, benarkah tengkorak ini milik dari alien atau makhluk misterius lainnya?

Darimana asal Tengkorak ini?
Sebagian peneliti UFO percaya kalau tengkorak ini adalah milik alien atau manusia keturunan alien (alien hybrid). Tetapi, tentu saja teori ini tidak bisa dibuktikan karena argumen ini juga didasarkan pada teori lain (teori ancient astronout) yang juga belum terbukti.

Lalu, peneliti lain menyatakan kemungkinan kalau tengkorak itu adalah milik ras manusia tertentu yang memang memiliki karakteristik kepala seperti itu. Namun, masalahnya adalah tengkorak memanjang ternyata ditemukan tersebar luas di banyak tempat di dunia. Ini membuat teori ini menjadi semakin tidak mungkin karena penyebaran ras di masa lampau sangat terbatas. Lagipula, hingga hari ini, para peneliti belum bisa mengidentifikasi ras yang dimaksud.

Teori yang lain lagi menyatakan kalau tengkorak memanjang tersebut mungkin adalah hasil dari sebuah penyakit yang mengubah ukuran kepala. Ini cukup bisa diterima karena pada masa modern ini, penyakit seperti itu memang ada. Namanya Craniosynostosis.

Tulang tengkorak bayi tersusun atas beberapa lempeng tulang. Celah di antara lempeng ini disebut sutura. Pada bayi yang baru lahir, sutura ini masih lebar dan belum tertutup rapat.

Jika Sutura tersebut menutup secara prematur, otak bayi akan bertumbuh ke arah sutura yang masih terbuka. Dengan demikian, kepala anak akan mulai memanjang. Inilah yang disebut Craniosynostosis.

Namun teori ini juga dipersoalkan mengingat Craniosynostosis tidak bisa menghasilkan kepala dengan bentuk memanjang yang sempurna. Pada banyak tengkorak memanjang yang ditemukan, bentuknya cukup sempurna sehingga terlihat kalau kepala itu seperti dibentuk dengan sengaja.

Karena itu, sekarang kita akan melihat teori lainnya yang dianggap sebagai jawaban paling masuk akal mengenai asal-usul tengkorak ini.

Cranial Binding - Modifikasi bentuk kepala
Menurut teori ini, tengkorak memanjang tersebut dihasilkan dari modifikasi kepala yang memang sengaja dilakukan oleh suku-suku purba. Teknik modifikasi ini disebut Cranial Binding.

Praktek seperti ini cukup umum ditemukan di negara-negara Amerika Latin pada masa lampau. Namun mulai menghilang ketika para misionaris kristen masuk ke wilayah-wilayah itu.

Sebagai catatan, modifikasi tubuh bukanlah sesuatu yang aneh dalam tradisi suku-suku purba di seluruh dunia. Misalnya, kita mungkin mengetahui mengenai suku Karen di Burma yang menaruh banyak gelang besi di lehernya sehingga leher mereka menjadi lebih panjang. Lalu, praktek Foot Binding yang dilakukan pada perempuan Cina masa lampau yang membuat telapak kaki mereka menjadi lebih kecil dan lain-lain.

Mengenai Cranial Binding, kita bisa menemukan tradisi ini disinggung dalam banyak catatan-catatan kuno.

Cranial Binding di dalam sejarah

Hippocrates, pada tahun 400 SM, pernah menulis mengenai sebuah suku yang disebutnya suku Macrocepheles karena praktek mereka dalam memodifikasi bentuk kepala.

Lalu, Freidrich Ratzel dalam bukunya yang berjudul The History of Mankind yang terbit tahun 1896 juga melaporkan adanya tradisi modifikasi kepala di Tahiti, Samoa, Hawai dan New Hebrides.

Lalu, suku Huns di Jerman juga mempraktekkan tradisi ini yang kemudian juga diikuti oleh suku-suku lain yang ditaklukkannya. Praktek serupa juga dilakukan oleh suku Aborigin di Australia dan beberapa suku Indian Amerika seperti Chinookan dan Choctaw.

Princess of the House of Este - Bangsawan Italia abad ke-15

Jika kita tidak memasukkan tengkorak memanjang yang diklaim sebagai kepunyaan manusia Neanderthal, maka mungkin bangsa Mesir adalah bangsa yang paling awal melakukan modifikasi kepala, yaitu sejak tahun 3.000 SM. Ini menjelaskan adanya relief yang menunjukkan beberapa tokoh yang memiliki bentuk kepala memanjang.

Jadi, budaya ini cukup mendunia.

Proses Cranial Binding
Proses Cranial Binding dilakukan sejak seorang bayi baru lahir ke dunia. Umumnya, mereka akan menggunakan kulit, tali atau kain untuk mengikat kepala bayinya hingga beberapa tahun ke depan untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Cranial Binding

Modifikasi kepala yang dilakukan oleh suku-suku purba juga tidak hanya untuk menghasilkan bentuk kepala yang memanjang. Kadang, ada suku yang justru menginginkan bentuk kepala yang datar. Ini disebut Flattening Skull atau meratakan tengkorak kepala.

Flattening Skull

Mengapa Cranial Binding dilakukan?
Umumnya, modifikasi ini dilakukan sebagai tanda kecantikan dan penanda status. Di banyak suku, kepala yang memanjang mengindikasikan kalau ia adalah keturunan ningrat.

Selain itu, ada suku lain yang percaya kalau memanjangkan bentuk kepala dapat meningkatkan kecerdasan seseorang dan membuatnya lebih dekat kepada dunia roh. Kepercayaan ini salah satunya bisa ditemukan di suku di pulau Tomman, Vanuatu.

Lalu, apakah tradisi ini masih bisa ditemukan pada masa kini?

Jawabannya adalah: Tentu saja!

Walaupun Cranial Binding dengan teknik yang ekstrim telah lenyap sekitar 100 tahun yang lalu, namun praktek yang lebih moderat masih bisa ditemukan pada masa modern ini.

Cranial Binding di Masa Modern

Karena itu saya mengatakan kalau penjelasan ini lebih masuk akal karena kita masih bisa menemukan contoh-contohnya di masa modern ini.

Misalnya adalah suku Mangbetu di Kongo Utara dan suku Zande di Afrika Tengah. Dalam kasus suku Mangbetu, Modifikasi kepala dilakukan sebagai ekspresi kecantikan dan tanda kepintaran. Mereka melakukannya dengan mengikat kepala bayi mereka dengan tali. Lalu, ikatan itu akan dikencangkan setiap beberapa bulan sehingga menghasilkan bentuk kepala yang diinginkan.


Walaupun banyak contoh yang bisa kita lihat, sebagian peneliti masih ragu dengan teori modifikasi kepala. Menurut mereka modifikasi yang dilakukan tidak bisa menyamai besarnya tengkorak-tengkorak Peru yang ditemukan.

Namun, Beatrice Blackwood dan PM Danby yang sejak lama menyelidiki modifikasi kepala percaya kalau ukuran kepala yang dihasilkan bisa berbeda tergantung dengan metode yang digunakan. Ini bisa ditemukan pada praktek salah satu suku di Papua Nugini yang ternyata menggunakan beberapa metode yang berbeda untuk membentuk kepala.

Metode tertentu mungkin bisa menghasilkan ukuran kepala yang super ekstrem seperti pada tengkorak-tengkorak Peru.

Lalu, bukti lain yang menguatkan teori ini adalah fakta kalau tengkorak-tengkorak tersebut ditemukan di wilayah yang suku-sukunya diketahui memang mempraktekkan Cranial Binding, seperti Peru, Mesir dan Eropa.

Jadi, saya rasa penjelasan ini lebih masuk akal dibanding teori lainnya yang tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Satu-satunya pertanyaan yang mungkin masih belum terjawab oleh para peneliti adalah mengapa praktek ini bisa dilakukan di banyak wilayah di dunia oleh suku-suku yang berbeda yang terpisah oleh wilayah Geografis yang cukup jauh?

Siapakah yang mengajarkan mereka untuk melakukannya?

Apakah mereka belajar dari orang yang sama?

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri tengkorak-tengkorak aneh dari Peru

Misteri Tengkorak Kristal Suku Maya

Monday, June 28, 2010

planet evolution (info) ,Sebuah legenda telah diceritakan secara turun temurun sejak lama di Amerika Tengah. Baik suku Maya dan suku Aztec percaya bahwa dunia telah dihancurkan 4 kali dan yang kita tempati sekarang adalah dibawah Matahari ke 5. Raksasa hidup dibawah matahari pertama, dunia mereka telah dihancurkan oleh air. Matahari kedua menyaksikan naga dari udara menghancurkan dunia dan orang-orang diubah menjadi kera, hanya seorang pria dan seorang wanita yang diselamatkan. Matahari ketiga telah dihancurkan oleh api surga (meteor), manusia pada masa itu hanya makan buah-buahan.

Pada masa Matahari ke 4, manusia telah mati karena kelaparan, yang diikuti dengan banjir api dan darah. Diperkirakan akhir dari dunia ke 5 telah tiba karena Bumi telah bergetar (dikarenakan kemungkinan akan terjadinya pembalikan kutub magnet Bumi). Kemudian semua kehidupan akan lenyap.

Mungkin anda telah mendengar tentang kalender suku Maya. Dimulai dari 13 Agustus 3114 Sebelum Masehi, dan akhir jaman diperkirakan akan jatuh pada 21 Desember 2012. Ini berhubungan dengan Venus. Tetua suku Maya meninggalkan naskah kuno berisi berbagai ramalan, khususnya mengenai gerhana matahari. Mereka dianggap sebagai ahli astronomi yang terkenal.

Pada suatu masa ketika manusia menghuni 12 planet, terdapat 13 tengkorak kristal yang ditinggalkan. Mereka meninggalkannya untuk orang di Bumi. Orang Atlantis meninggalkannya untuk suku Maya. Bila digabungkan bersama, tengkorak ini dapat menyingkap informasi tentang asal usul kita dan bagaimana cara untuk menghindari bencana di masa yang akan datang. Nenek moyang kita dapat membuatnya berbicara, rahangnya dapat bergerak. Kita mungkin bisa menganggapnya sebagai sebuah komputer super canggih.

Hasil dari berbagai penelitian tentang tengkorak ini sangat mencengangkan. Sebut saja penelitian pada tengkorak yang dinamakan Anna Mitchell-Hedges yang dilakukan oleh laboratorium Hewlett Packard.


Hasilnya bisa diringkas sebagai berikut: “Peneliti kami tidak dapat menjelaskan bagaimana cara tengkorak ini dipahat pada masa lalu tanpa menggunakan alat-alat jaman sekarang.”

Menurut seorang ahli di Hewlett Packard, akan membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memahat tengkorak Anna Mitchell-Hedges meskipun menggunakan alat-alat modern. Tidak dapat dijelaskan bagaimana sebuah pahatan yang rapuh dapat bertahan utuh menghadapi goncangan-goncangan dan panas bumi.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa saja membantu memberikan bukti kebenaran dari legenda ini.

Perlu diinformasikan pula bahwa sejak akhir abad ke 19, perdagangan tengkorak kristal telah dimulai, namun kebanyakan adalah merupakan duplikat. Jadi ini adalah legenda atau….

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Tengkorak Kristal Suku Maya

Ditemukan!! Tengkorak Cleopatra

Monday, June 21, 2010

planet evolution (info) ,

Jakarta – Arkeolog yang mencari sisa tubuh pasangan Cleopatra dan Mark Antony telah berhasil mendapatkan penemuan penting.

Penemuan sisa tubuh pasangan itu, akan menjadi hal yang paling besar sejak penemuan makam Tutankhamun pada 1922, arkeolog yakin sudah pada trek utnuk menemukan ratu yang paling terkenal di negara itu.

Tengkorak itu ditemukan dengan menggunakan radar di candi dekat Alexandria. Peneliti juga berharap bisa menemukan kekasih Cleopatra, sang jenderal dari Romawi.

Arkelog utama Mesir, Zahi Hawass optimis bisa membuat penemuan besar dalam penggalian yang dimulai bulan lalu.

“Ini bisa menjadi penemuan penting abad 21. Ini wilayah yang sempurna untuk menyembunyikan mereka,” katanya.

Tngkorakn itu dikonfirmasikan adalah Cleopatra tapi masih perlu diuji lanjutan, bersama dengan bagian tengkorak lain dalam batu nisan.

Penelitian itu untuk mengetahui sejumlah pertanyaan berhubungan dengan pasangan itu, termasuk apakah dikubur dalam satu tempat. Kecantikan Cleopatra juga akan dibuktikan termasuk cara bunuh dirinya.

Lembaga Benda Antik Tertinggi Mesir mengatakan tiga wilayah dicurigai sebagai tempat penguburan dalam survei dengan radar di dekat candi Alexandria.

Wilayah itu terletak di Danau Abusir, yang diketahui sebagai Danau Mariut timur laut negara itu dan dibangun pada zaman Raja Ptolemy II dari 282 hingga 246 sebelum masehi

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Ditemukan!! Tengkorak Cleopatra

Ditemukan, Dinosaurus Campuran Sapi dan Buaya

Tuesday, May 25, 2010

planet evolution (info) ,

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Peneliti Museum New Mexico menemukan dua fosil makhluk yang diperkirakan adalah nenek moyang dinosaurus awal berbentuk hybrid antara sapi, buaya dan armadillo.

Berkat tulang belulang yang masih utuh, hewan zaman Triassic akhir yang dikenal sebagai aetosaurus yakni reptil yang hidup berdampingan dengan dinosaurus awal, mengungkap fakta lebih jelas.

Fosil baru tersebut menjelaskan sebuah hewan yang berpenampilan dan berperilaku layaknya hybrid gabungan sapi, buaya dan armadillo.

Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Vertebrate Paleontology edisi terbaru, memberikan petunjuk kepada lahirnya sebuah makhluk reptil yang disebut Typothorax sebagai salah satu herbivora terbesar, sebelum era dinosaurus yang kemudian mendominasi planet.

Dipercaya bahwa dinosaurus hidup antara 230 hingga 200 juta tahun lalu dan seringkali berusaha menghindari Typothorax sepanjang 2,4 meter dan berat 101,5 kg, yang tubuhnya berlapis tebal dan benjolan besar tajam layaknya paku raksasa.

“Sebagian besar dinosaurus yang dikenal manusia, seperti yang berukuran ayam Kalkun-Coelophysis, terlalu kurus untuk menjadi santapan Typothorax,” ujar Matthew Celeskey kepada Discovery News.

Celeskey, seorang desainer dan ilustrator di Museum Sains dan Sejarah Alam New Mexico Amerika Serikat menjelaskan bahwa pada era Triassic akhir, grup archosaurus yang telah punah bercabang dua menjadi dinosaurus dan turunannya di kelompok pertama dan nenek moyang buaya di kelompok kedua. Typothorax dan aetosaurus punah.

Dua spesimen Typothorax yang ditemukan oleh Paul Sealey dan Scott Sucher di Badlands New Mexico menunjukkan bahwa tubuh dari hewan tersebut lengkap terbungkus dari kepala hingga jempol kaki oleh tonjolan layaknya pedang terbuat dari tulang, bahkan hingga kloaka dan area genital pun tertutupi.[ito]


Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Ditemukan, Dinosaurus Campuran Sapi dan Buaya

Tengkorak Aneh, Ternyata Milik Seekor Tuna

Saturday, May 22, 2010



Bill Green, seorang reporter WCSH-6 menyimpan sebuah tengkorak yang diduga milik seekor hewan.Ia menyimpan tengkorak misterius itu di dalam garasinya selama 15 tahun.
Jika kita melihat tengkorak tersebut, kita mungkin akan mengira itu adalah sebuah tengkorak ikan.Seperti yang diberitakan oleh cryptomundo.com,si pemilik tengkorak tersebut membawa tengkorak itu ke sang ahli untuk mengetahui tengkorak apa itu.Green berkonsultasi ke Dr. Paula dan Bob Lewis yang bekerja di Main State Museum and Archives. Green mengatakan kepada mereka bahwa mungkin saja itu adalah tengkorak alien, seekor naga atau mungkin fosil dinosaurus. Dan setelah diteliti, ternyata itu sebuah tengkorak ikan Tuna.Tidak ada yang tahu darimana Bill Green mendapatkan tengkorak itu. Maaf bila postingan pertama saya pendek,maklum sedang sibuk,he..he. Terima kasih telah berkunjung

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Tengkorak Aneh, Ternyata Milik Seekor Tuna

tengkorak vampire ditemukan di italia



Ini bukan salah satu episode dari film drakula atau vampire penghisap darah, namun kelihatannya Van Helsing abad pertengahan yang mencoba untuk menyelamatkan kita dari para vampir tidak menggunakan potongan kayu tajam, mereka menggunakan sebuah batu bata.

Baru-baru ini seorang antropolog dari universitas Florence bernama Matteo Borini menemukan sebuah tengkorak perempuan dengan batu-bata yang ditancapkan di mulutnya di sebuah kuburan masal di pulau Lazzaretto Nuovo, dekat Venice, Italia. Kuburan itu digunakan untuk mengubur para korban Black Death yang terjadi pada tahun 1576, yaitu wabah penyakit yang menyerang Italia dan memakan korban sekitar 150.000 nyawa.

Penemuan yang luar biasa ini menunjukkan bagaimana masyarakat abad pertengahan memiliki pandangan mereka sendiri tentang takhayul yang menyangkut vampir penghisap darah.

Kain kafan yang digunakan untuk menutupi wajah mayat umumnya menjadi lapuk karena bakteri yang keluar dari mulut mayat dan akhirnya menunjukkan gigi-gigi mayat. Namun proses ini disalahartikan oleh masyarakat abad pertengahan. Hal ini diindikasikan dengan adanya manuskrip kuno abad pertengahan yang menyatakan bahwa mayat mendapatkan kembali kehidupan dengan memakan kain kafan dan menghirup sisa-sisa kehidupan dari mayat yang lain hingga mereka mendapat cukup kekuatan untuk kembali bangkit dari kematian. Karena itu pada abad pertengahan vampire dikenal juga dengan sebutan "pemakan kafan"

"Untuk membunuh Vampire tersebut, anda harus menyingkirkan kafan itu dari mulutnya dan kemudian menaruh sesuatu yang tidak bisa dimakan sebagai gantinya. Karena itu batu bata lah yang digunakan" Kata Mr Borrini. "Ada kemungkinan mayat lain juga memiliki batu bata seperti ini di mulutnya, namun inilah tengkorak pertama yang kita temukan dalam kondisi seperti ini." Lanjutnya.

Takhayul vampire telah menjadi bagian dari kultur Eropa ketika wabah penyakit dashyat itu menyerbu keseluruhan benua. Ketidakmengertian tentang tahap alami dekomposisi tubuh mayat kemungkinan telah memicu penyebaran mitos ini. "Sukar diinterpretasikan apakah batu bata yang ditancapkan di mulut mayat bersumber dari ketakutan yang dalam akan vampir atau hanya tindakan berjaga-jaga dalam masa sulit." Kata Borrini. Figur vampire modern kita kenal lewat novel Bram Stoker, Dracula yang ditulis pada tahun 1897.
Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - tengkorak vampire ditemukan di italia