Para ilmuwan Berusaha untuk Memecahkan Senyuman Mona Lisa

Saturday, July 31, 2010

planet evolution (info) ,
Teknik lukisan Leonardo da Vinci menggunakan beberapa lapisan cat dan glasir, telah diselidiki dalam upaya memecahkan misteri senyum Mona Lisa.


Peneliti dari Perancis mempelajari lukisan Leonardo da Vinci, termasuk Mona Lisa untuk menganalisis tekniknya yang memberikan kualitas karyanya mimpi mereka.

Pakar dari Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Perancis menemukan bahwa da Vinci melukis hingga 30 lapisan cat pada karya-karyanya untuk memenuhi standar nuansanya. Ditambahkan, semua lapisan kurang dari 40 mikrometer, atau sekitar setengah ketebalan rambut manusia, peneliti Philippe kata Walter.

Teknik, yang disebut "Sfumato," digunakan da Vinci untuk memberikan garis besar dan kontur kualitas yang kabur dan menciptakan ilusi kedalaman dan bayangan. menggunakan teknik-Nya yang terkenal, tetapi studi ilmiah di atasnya telah dibatasi karena sering diharuskan tes sampel dari lukisan.

Para peneliti Perancis menggunakan teknik non-invasif yang disebut X-ray fluoresensi spektroskopi untuk mempelajari lapisan cat dan komposisi kimianya.

Proyek ini dikembangkan melalui kerjasama dengan European Synchrotron Radiation Facility di Grenoble.

Alat ini sangat tepat bahwa "sekarang kita bisa mengetahui campuran pigmen yang digunakan oleh seniman untuk setiap lapisan cat," kata Dr Walter. "Dan itu sangat, sangat penting untuk memahami teknik ini."

Analisis dari berbagai lukisan juga menunjukkan da Vinci terus mencoba metode baru, Dr Walter kata. Dalam "Mona Lisa," digunakan da Vinci oksida mangan dalam bayang-bayang-Nya. Di lain, dia menggunakan tembaga. Seringkali ia menggunakan glasir, tetapi tidak selalu.

Hasil diumumkan dalam Angewandte Chemie International Edition, dalam sebuah jurnal kimia.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Para ilmuwan Berusaha untuk Memecahkan Senyuman Mona Lisa

Nuklir Bisa Selamatkan Bumi dari Kiamat Asteroid?

planet evolution (info) ,

Jika sebuah asteroid raksasa meluncur ke arah bumi dan bisa memusnahkan seluruh kehidupan planet, apakah bom nuklir bisa menyelamatkan kita?

Pada kenyataannya, hancurnya bumi karena asteroid sangat mungkin terjadi mengingat ilmuwan terus mempelajari benda langit itu, dan mencari solusi agar tidak berdampak buruk bagi manusia.

Batuan angkasa yang keluar jalur tetap jadi ancaman yang pasti bagi bumi dalam jangka waktu dekat, ujar para ilmuwan.


Di lain pihak, meledakkan asteroid berisiko menciptakan puing-puing yang mengkhawatirkan di kemudian hari, ujar para ilmuwan.


Jika sebuah asteroid diperkirakan bertabrakan dengan bumi dalam 50 tahun mendatang maka penggunaan bahan peledak nuklir untuk mengalihkan atau menghancurkan batuan ini bisa jadi alternatif terbaik, ujar David Dearborn, fisikawan di Lawrence Livermore National Laboratory, Livermore, California

"Bom nuklir adalah bom terkuat yang kita tahu," kata Dearborn, yang membahas masalah itu bulan lalu pada pertemuan American Astronomical Society ke 216 di Miami, Florida.

"Ini sekitar 3 juta kali lebih efisien daripada bom kimia. Pertanyaannya adalah bagaimana (kita) menggunakan energi itu."

Dearborn berpendapat bahwa bahan peledak nuklir kuat dapat digunakan untuk mengubah orbit asteroid yang sedang menuju bumi sehingga dapat keluar jalur planet kita, dan menghindari dampak yang berpotensi merugikan.

Pilihan nuklir adalah yang paling efektif dalam situasi di mana hanya ada peringatan dalam beberapa tahun, kata David Morrison Direktur Lunar Science Institute NASA serta ilmuwan senior Astrobiology di Ames Research Center NASA di Moffett Field California, yang telah melakukan penelitian ekstensif tentang dampak bahaya asteroid dan komet.

“Jika kita mendapati asteroid yang sangat besar dan kita tidak memiliki kesempatan dalam jangka waktu beberapa tahun, (maka) nuklir mungkin merupakan hal yang bisa kita lakukan,” kata Morrison kepada SPACE.com.


“Jika memiliki waktu 10 hingga 20 tahun untuk memberikan pengatakan, mungkin kami tidak akan menggunakan nuklir.”

Dalam beberapa kasus, para ilmuwan bisa memilih untuk menangani asteroid dengan roket balistik. Tapi pada saat ini, kemungkinan ada sedikit perbedaan dalam hal akurasi kedua metode, baik nuklir dan balistik, kata Morrison.

Tapi jika menggunakan roket balistik untuk mengatasi asteroid dapat diuji, kemungkinan bahwa teknik ini bisa lebih tepat.


"Kalau kita menguji dampak balistik, maka kita dapat membuatnya lebih akurat daripada senjata nuklir," katanya.


"Salah satu masalah dengan alternatif nuklir adalah bahwa saya tidak berpikir siapa yang akan memperbolehkan kita melakukan tes," jelas Morrison.


"Saya pikir itu akan membangkitkan oposisi secara besar-besaran dari masyarakat, karena orang sangat menolak nuklir.”

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Nuklir Bisa Selamatkan Bumi dari Kiamat Asteroid?

stigmata

planet evolution (info) ,

SEJUMLAH pemeluk Kristiani yang fanatik mengalami penderitaan sebagaimana dialami Kristus. Pada tubuh mereka tumbuh luka. Mereka berdarah. Mengapa demikian ? Apakah ini fenomena tentang stigmata ? Apakah mereka tidak kesakitan ? Masih banyak pertanyaan senada yang tersisa untuk dijawab.

Gemma Galgani adalah seorang anak yatim. Usianya 23 tahun dan berhasrat menjadi biarawati. Namun kehendak alam tidak mengijinkan dirinya menggenakan jubah putih itu. Dia menderita penyakit TBC tulang belakang. Dia menerima nasibnya dengan pasrah dan akhirnya bekerja sebagai pembantu rumaha tangga. Tapi Gemma tidak lupa pada cita-citanya. Dia tetap rajin berdoa dan sangat taat kepada Tuhannya. Suatu hari ketika sedang berdoa menjelang hari peringatan penyaliban Yesus Kristus, Gemma mengalami sebuah penglihatan yang mengubah jalan hidupnya. Keesokan harinya, saat membuka pintu kamar Gemma, ibunya menjerit ketakutan. Tangan dan pungung Gemma dipenuhi tanda seperti bilur-bilur luka dan pakaiannya basah oleh darah. Inilah gejala awal dimulainya Stigmata. Stigmata selalu terjadi pada hari Kamis dan menghilang dengan sendirinya keesokan harinya. Luka stigmata biasanya menutup pada hari Jumat dengan meninggalkan bekas berwarna keputih putihan.

Peristiwa ini terjadi pada 1901. Kasus Stigmata yang terawal diberitakan terjadi berabad-abad yang lalu yaitu pada tahun 1224. Santo Fransiskus dari Assisi mengalami Stigmata saat menjalani retret spritual (khalwat) di gunung Alvernia Itali. Namun sejak 1909 sudah banyak kasus Stigmata yang dilaporkan.

Seorang pemimpin agama berdarah Spanyol yang menunjuk dirinya Paus berkali-kali mengalami Stigmata dengan luka dibagian kepala seperti akibat memakai mahkota duri dan luka di lambung selama tahun 1970 an.

Pastor Pio Fortgione memperoleh Stigmata pada tahun 1915 di usianya yang ke28. Semenjak itu dia terus terus mengalami Stigmata sampai akhir hayatnya pada 1968.

Pastor Pio salah satu penerima Stigmata yang paling dihormati. Pada kedua telapak tangannya terdapat luka berbentuk lubang sehingga dia selalu mengalami kesakitan. Tapi Pastor Pio tidak pernah mengeluh sedikit pun karena daya tahan nya yang luar biasa.

Teresa Neumann, seorang Bavaria yang miskin menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan. Dia mengalami Stigmata di tahun 1926. Luka-luka muncul di daerah tangan, lambung, dan dahinya. Bobot badannya turun drastis. Sejumlah dokter yang memeriksanya heran melihat kenyataan itu. Dunia kedokteran lebih dikejutkan lagi dengan fakta aneh pada diri Theresia. Meskipun wanita itu tidak mengeluarkan sekresi (keringat, air seni, feces dsb.) dan sistim pencernaan nya rusak, dia bisa berumur panjang.

Cloretta Robinson seorang bocah seumur 10 tahun, mengalami Stigmata pada tahun 1972. Dia mampu hidup selama 19 hari setelah kejadian itu. Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan, sebab dia warga kulit hitam non Katholik yang mengalami Stigmata. Ada kasus lain yang tentang seseorang yang menangis darah yang dianggap sebagai tanda stigmata sesungguhnya.

Kasus-kasus Stigmata seperti ini terus terjadi bahkan hingga masa kini. Pertanyaan yang terbit berkaitan dengan ini, siapa orang-orang yang mengalami Stigmata itu sendiri?

Istilah Stigmata berarti luka yang diderita Yesus sejak dia ditangkap, diadili, dan disalibkan. Orang-orang yang mengalami Stigmata juga mengalami luka diberbagai bagian tubuh seperti Yesus. Darah sehat, bukan karena suatu penyakit. Luka-luka itu sering tetap menganga dalam waktu lama, tapi tidak mengalami infeksi. Dunia kedokteran semakin dipenuhi tanda tanya sebab luka-luka itu muncul dan menghilang dengan sendiri nya. Munculnya luka Stigmata diduga tergantung pada kondisi sadar hingga kondisi trance manakala si penerima stigmata mengalami penyatuan diri dengan penderitaan kristus. Stigmata biasanya terjadi pada masa paskah, pada hari hari besar gereja pada hari Jumat, terutama Jumat Paskah yang dikenal sebagai Jumat Agung.

Kasus Stigmata terutama terjadi di kalangan Gereja Katholik Roma. Gereja juga tidak mempunyai jawaban mendasar mengenai penyebabnya. Banyak percobaan dilakukan untuk menghadirkan Stigmata lewat hipnosis. Namun hasilnya justru malapetaka. Luka itu membuat kulit merah dan sekali terjadi pendarahaan. Selain itu, reaksinya bertolak belakang dengan stigmata yang sebenernya, dimana lukanya sembuh dengan sendirinya.

Begitulah, semua penjelasan itu masih belum mampu menguak misteri Stigmata hingga saat kini. Satu-satunya penjelasan yang mungkin bisa diterima, peristiwa Stigmata pastilah memiliki hubungan dengan pikiran bawah sadar penerima Stigmata dengan penyaliban Yesus Kristus. Apa penyebab sebenarnya tentu masih misteri. Muncul dan sembuhnya luka tetap merupakan keajaiban. Sejauh ini belum ada teori dalam ilmu kedokteran yang sanggup menjelaskan fenomena stigmata.
Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - stigmata

Gunung Datar Terbesar di Dunia

planet evolution (info) ,
Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle-menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. dia melakuan pendakian ke gunung Roraima-untuk melakukan eksplorasi dalam riset pencarian spesies tanaman prasejarah dan dinosaurus yang diyakini hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun di puncak gunung.

Conan Dyle

Conan-Doyle diilhami oleh ahli botani Inggris Everard Im Thurn yang pada 18 Desember 1884 dengan Harry Perkins, mereka merupakan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Roraima. Im Thurn dan Perkins bukan orang Eropa pertama yang melihat Gunung Roraima, orang pertama eropa yang melihatnya adalah seorang penjelajah Jerman Robert Schomburgk yang seorang ilmuwan yang penjelajah daerah Britains Royal Society pada 1838.



Robert Schomburgk

menyampaikan ceramah dalam ekspedisi nya yang ketika itu dihadiri Conan-Doyle. yang kemudian mengilhaminya untuk melakukan penjelajahan ke gunung roraima.

Im Thurn dan Perkins mendaki Gunung Roraima dari tenggara dengan apa yang sekarang disebut Im Thurn rute, satu-satunya cara termudah untuk mencapai puncak. dalam ekspedisiNya Im Thurn harus berjuang menempuh jarak ratusan kilometer juga melewati sungai dan hutan-hutan liar beserta binatang buas yang berbahaya.

Setelah Im Thurn dan Perkins, banyak ekspedisi ilmiah Inggris yang datang untuk mengumpulkan dan melakukan penelitian mengenai flora dan fauna aneh yang ada di gunung roraima dan menghasilkan banyak spesies baru yang ada di sana. dan gunung ini sudah ditetapkan dalam daftar situs warisan dunia.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Gunung Datar Terbesar di Dunia

Memecahkan misteri 800-tahun Menara Miring Pisa

planet evolution (info) ,

Profesor John Burland telah menghabiskan dua dekade terakhir berjuang untuk menyelamatkan - dan memahami - Menara Miring Pisa.


Pemandangan Piazza dei Miracoli Pisa's dengan menara miring yang terkenal, Foto: AP


Konstruksi pekerja menghapus kabel baja yang dikenal sebagai "suspender" dari dasar Menara Miring Pisa, Italia tengah, Selasa, 15 Mei 2001 Foto: AP


PROF JOHN BURLAND, yang keahliannya MEMBANTU Menara Miring Pisa. Foto: Kendall CLARE


Dari tahun 1990 hingga 2001, menara itu tetap tertutup - sebagai Komite Internasional untuk Perlindungan Menara Miring berusaha untuk menyelamatkannya dari kehancuran. Pengunjung ke Pisa diturunkan sebesar 45 persen.


Ini karya romantik awal mungkin tetap trio terbaik bangunan katedral di Bumi- khususnya menara tempat lonceng bergantung 15.000 ton (alias Menara Miring) didirikan hanya pada dasar m 200sq.


Kebodohan dan jenius bergandengan tangan, dan pengunjung telah terpikat sejak itu. Pisa terletak pada lapisan tipis lumpur aluvial lembut, di atas lapisan tebal lempung laut bahkan lebih lembut.


Penyelidikan dilakukan sepanjang abad ke-20 - 16 komite yang berbeda ditunjuk, Burland adalah yang terakhir - tetapi tidak ada yang bisa bekerja tahu apa yang menyebabkan kecenderungan ini. Jika tanah itu seragam tidak stabil, mengapa menara bersandar selatan bukan utara?


Mussolini, Sementara itu, pikiran menara miring adalah simbol sepenuhnya tidak layak untuk Fasis Italia dan mencoba mengembalikan vertikalitas, yaitu dengan lubang pengeboran melalui lantai dan menuangkan 80 ton beton ke dalam yayasan. Seperti dalam banyak hal, meskipun, Il Duce gagal, dan menara terus stabil, mencapai 4.7m off-pusat pada tahun 1989 tersebut.


menara tempat lonceng bergantung Pavia tegak lurus sempurna, jatuh hanya karena lemah, dinding berusia berabad-abad.


Pada tahun 1990, Perdana Menteri Italia Giulio Andreotti menutup menara. "Ini merupakan suatu langkah yang berani," kata Burland, 'karena semua berbagai pihak yang bersangkutan "Pada tingkat nasional., Dua departemen pemerintah telah bertanggung jawab untuk keselamatan, Menteri Warisan Budaya dan Departemen Pekerjaan Umum.


Burland telah membantu menyelamatkan Big Ben dari kehancuran selama ekstensi Jubilee Line dari Sembilan Puluhan awal, namun kemajuan di Pisa jauh kurang halus.


"Ada 14 ego di tempat kerja dan sedikit kesamaan antara orang-orang dari berbagai disiplin ilmu tersebut," kata Burland. "Berbeda dengan rasional, diskusi gaya Inggris, pertemuan yang emosional, dengan pidato polemik dalam bahasa Italia selama berjam-jam.


Secara umum, para insinyur struktural tidak setuju dengan para insinyur geoteknik tentang apakah kunci itu terletak pada menara itu sendiri atau di bumi di bawah, sementara keduanya bertentangan dengan sejarawan seni, yang takut intervensi apapun dan menuntut karakter menara tempat lonceng bergantung.


"Itu adalah kebuntuan konstan. Saya sering ragu kami pernah mencapai sebuah resolusi, "mengingat Burland, salah satu dari dua non-Italia pada komite. Yang lainnya, seorang insinyur geoteknik Amerika, meninggal karena serangan jantung pada tahun 1996, sebagian disebabkan oleh tekanan dari bekerja di Pisa.


Aksi akhirnya diambil pada tahun 1992 (menguatkan lantai pertama dengan tendon baja, untuk mengurangi ketegangan pada pasangan bata rentan-nya) dan tahun 1993 (penumpukan 600 ton ingot timah di piazza ke arah utara menara, untuk imbangan yang ramping).


"Itu jam kami paling gelap, 'bergetar Burland. Jangkar adalah untuk menggantung, 40m dalam, dari kabel dikencangkan terhubung ke dasar menara. Mengingat Pisa yang tinggi, komite membekukan tanah dengan nitrogen cair yang mendasari sebelum jangkar dipasang, untuk melindungi penggalian mereka dari banjir. Masalahnya adalah, air memuai ketika membeku, sehingga air tanah dangkal beku mendorong tepat di bawah menara dan kemudian - setelah pembekuan sudah berhenti dan jangkar berada di tempat - menciptakan kesenjangan dalam tanah menara untuk menetap.


Pada malam 7 September 1995, Burland dipanggil untuk pertemuan komite darurat, dan Ladbrokes yang menawarkan peluang 11-4 menara tidak akan bertahan hingga abad ke-21. Jangkar rencananya segera ditinggalkan dan 300 ton ingot timah ditambahkan.


unggulan sejarawan lokal Pisa itu, Piero Pierotti, Dia berpendapat bahwa sampai hari ini, sampai dengan September, tindakan yang diambil tidak terutama untuk menyelamatkan menara, tapi 'untuk memberikan pekerjaan dan harga yang sangat menguntungkan untuk kroni kontraktor tertentu anggota komite Italia.


komite menekankan mereka memukul pada tendon baja 1992, ingot memimpin 1993 dan tahun 1995 berlabuh kabel sebagai murni tindakan sementara untuk mencegah keruntuhan struktural, sampai mereka menemukan solusi jangka panjang.


Burland yakin solusi tersebut - proses yang disebut ekstraksi tanah - dan akhirnya dia memenangkan atas sisa komite. Mirip dengan mikro, hal itu mensyaratkan pengeboran keluar potongan tanah dari bawah sisi utara menara - jauh dari ramping - dan memungkinkan gravitasi struktur membujuk kembali tegak. Hal ini memiliki keuntungan tidak menyentuh menara itu sendiri, sehingga menjaga para sejarawan seni bahagia.


'Tekanan itu sangat besar, sebuah keajaiban dunia modern yang dipertaruhkan - tapi aku tidak pernah meragukan logika ekstraksi tanah, "kata Burland,. Seperti terungkap dalam The Tower Restored, prosedur itu sebenarnya dirintis pada tahun 1832 oleh insinyur Victoria James Trubshaw di menara-gereja miring St Chad di Nantwich.


Pekerjaan dimulai pada tahun 1999, teknisi di piazza-situs dimonitor data dari 120 sensor mengatur di dalam dan di bawah menara.


Dan setelah cukup-hitung, Burland akan menyarankan berapa banyak pengeboran yang diperlukan dalam 12 jam ke depan. 70 ton tanah telah dihapus dan menara telah kembali ke kecenderungan awal abad ke-19.


"tujuan kami adalah untuk membuat menara sebagai intervensi aman dengan sesedikit mungkin 'ekstraksi tanah. Membawa menara belakang oleh 50 cm sampai empat meter di luar pusat - jumlah yang mengurangi kemiringan dan tegangan pada lantai pertama cukup rentan aman, namun juga mempertahankan khas ramping.


Pekerjaan resmi berhenti pada tanggal 17 Juni 2001, hari raya San Ranieri, santo pelindung Pisa's, disambut dengan parade warna-warni dengan menggelegar terompet dan kostum abad pertengahan.


"Ini aman selama 200 tahun, 'komite keluar menyatakan, percaya diri itu akan memakan waktu dua abad untuk menara merayap kembali ke kemiringan yang tahun 1999. Bahkan kemudian, insinyur bisa mengulang ekstraksi tanah tanpa terlalu banyak kesulitan dan memotong kecenderungan lagi. Bagian dari tujuan komite di Tulisan The Tower Restored adalah untuk mencatat setiap tindakan mereka untuk anak cucu.


Namun, berkat langkah-langkah kecil didokumentasikan diambil setelah pembukaan kembali, buku besar seharusnya tidak perlu konsultasi berat. Dimana tanah ekstraksi tertunda keruntuhan oleh berabad-abad, tetapi tidak pernah benar-benar menghentikan bersandar, Burland kemudian mengawasi solusi permanen, juga.


Melalui analisis data nya, Burland membuka misteri 800-tahun sebagai menara mengapa tidak bersandar selatan utara: yaitu, air berfluktuasi-di lapisan atas lumpur.


Berbekal informasi penting ini, pada tahun 2003, Burland memperkenalkan sistem drainase baru di bawah sebelah utara piazza itu, yang menurunkan dan menstabilkan air. Masalah terpecahkan.


kecenderungan terus dipantau setiap hari oleh OPP dan angka-angka baru menunjukkan bahwa menara itu tidak bergerak sama sekali antara 2003 dan 2009. "Ini benar-benar berhenti bersandar. Setelah ekstraksi tanah dan sekarang stabilisasi air, menara ini lebih aman dari sebelumnya, "kata Burland dengan campuran bangga dan lega
Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Memecahkan misteri 800-tahun Menara Miring Pisa

Mira (Omicron Ceti) Bintang Raksasa yang Memiliki Ekor




Mira atau Omicron Ceti adalah nama sebuah bintang raksasa merah yang memiliki ekor yang diperkirakan berjarak 200-400 tahun cahaya jauhnya di konstelasi Cetus. Wujudnya sebagai raksasa merah yang kembang-kempis dan secara periodik dan bisa diamati dengan mata telanjang. Bintang itu telah memikat para ahli astronomi sejak 400 tahun lalu.

Dibandingkan dengan raksasa merah lainnya, Mira memang berbeda. Ia bergerak jauh lebih cepat. Saat ini saja, catatan waktunya dalam membelah langit Bima Sakti terekam 130 kilometer per detik atau 300 kali lebih cepat daripada desing peluru. Bintang yang sejatinya akan menghempaskan seluruh komponen gas yang dimilikinya, meredup, lalu mati, itu diduga bisa melesat karena faktor gaya gravitasi bintang-bintang lain yang melintas di dekatnya.


Belum lama ini, misi Galaxy EvolutionExplorer (Galex) NASA menemukan satu bukti lagi bahwa Mira memang bukan bintang biasa. Sebuah fenomena mirip ekor komet,hanya berukuran antarbintang, ternyata membuntuti pergerakan Mira selama ini. Belum pernah ditemukan bintang lainnya yang seperti itu.

Misi Galex atau penjelajah evolusi galaksi menemukannya secara tak sengaja ketika memindai langit dengan sinar ultraviolet. Saat itu, Mira bersalin rupa laksana komet dengan ekornya yang begitu dahsyat,terbentang hingga 13 tahun cahaya jauhnya atau 20 ribu kali jarak rata-rata Pluto dari matahari. Jarak itu juga setara dengan jauhnya bintang tetangga terdekat, Proxima Centauri.




Ekor Mira sangat panjang hingga 13 tahun cahaya


Mira bergerak dengan kecepatan 130 km per detik

“Saya sangat terkejut ketika pertama kali melihatnya, benar-benar pemandangan tak terduga dari sebuah bintang yang sudah lama terkenal,”kata Christopher Martin dari California Institute of Technology di Pasadena, California.

Christopher Martin

Martin adalah peneliti utama untuk misi penjelajahan itu dan menjadi penulis utama laporan tentang temuan ekor Mira dalam jurnal Nature edisi 15 Agustus lalu. Menurut Martin,”Sangat mengagumkan bagaimana ekor Mira terbentang dalam skala antar bintang mirip jejak uap air pesawat jet di angkasa ataupun gelombang turbulen di tengah laut gara-gara sebuah kapal cepat.”

Para astronom lain seperti segera bereaksi dan menyatakan, ekor Mira menawarkan kesempatan unik untuk bisa mempelajari bagaimana bintang-bintang, seperti matahari kita, mati dan menebar bibit sistem tata surya yang baru. Seiring dengan geraknya melanglang jagat raya,ekor Mira itu menyebarkan karbon,oksigen, dan unsur penting lainnya untuk pembentukan bintang-bintang, planet, dan bisa jadi kehidupan baru.

Yang lebih mengejutkan lagi, material itu ternyata telah dihambur-hamburkan oleh Mira selama30 ribu tahun. “Ini jelas-jelas fenomena baru dan kami masih berada dalam proses memahami reaksi fisika apa yang terlibat di dalamnya,” kata Mark Seibert, kolega Martin, dari Pusat Observasi, Carnegie Institution of Washingtondi Pasadena. “Kami berharap mampu membaca ekor Mira untuk mempelajari tentang kehidupan bintang,” katanya menambahkan.

Selain ekor, misi Galex menemukan busur gelombang kejut sebuah tipe susunan gas panas di muka bintang serta dua arus sinus dari material yang berasal dari muka dan punggung Mira. Para astronom penemunya berpikir bahwa busur gas panas berperan memanaskan gas yang dihempaskan bintang,menyebabkannya bercahaya ketika terpindai spektrum cahaya ultraviolet.

Material yang bersinar itu lalu bergulung-gulung di sekitar punggung bintang, menciptakan sebuah gelombang turbulensi mirip ekor yang sangat panjang. Martin menduga gelombang itu mungkin pernah lebih panjang lagi, “Tapi telah sirna oleh waktu.”

Ekor Mira itu hanya berkilau ketika dipindai dengan sinar ultraviolet. Itulah kenapa teleskop lainnya,termasuk Hubble, selama ini tak bisa mendeteksinya.

Martin dan California Institute of Technology berperan memimpin misi dan bertanggung jawab untuk operasi ilmiah dan analisis datanya. Selain dengan Seibert, Martin berkolaborasi dengan astronom dari Yonsei University di Korea Selatan dan Centre National d’Etudes Spatiales di Prancis.



Bintang Berekor Sesungguhnya


Selama ini komet dikenal dengan sebutan bintang berekor. Gara-garanya, filsuf Aristoteles dulu melukiskan komet pertama kali sebagai bintang berambut.

Aristoteles

Sesungguhnya, komet bukanlah bintang. Obyek yang kebanyakan berasal dari Sabuk Kuiper dan Awan Oort itu sama-sama dengan planet dan asteroid mengorbit matahari. Komet juga tak mengeluarkan cahaya sendiri dan ekornya itu hanya” sampai 10 juta kilometer.


Ekor Mira jelas tak sebanding dengan ekor-ekor komet. Sisa-sisa material yang dihempaskan Mira itu berskala antarbintang. Dalam gambar, Mira melesat dari kiri ke kanan. Begitu cepat sehingga ia menciptakan sebuah busur gelombang kejut terdiri atas gas di mukanya.

Gas itu memanaskan dan bercampur dengan gas hidrogen dingin dalam angin. Gas hidrogen panas kemudian mengalir ke sekitar punggung bintang, menciptakan sebuah riak.

Riak bercahaya karena ketika gas hidrogen dipanaskan,energi gas itu menjadi lebih tinggi. Ia melepaskan energinya dengan cara memancarkan sinar ultraviolet sebuah proses yang disebut fluorescence. Nah, Galex memiliki instrumenspesial yang mampu mendeteksi sinar dengan spektrum gelombang yang sama.

Cantik Karena Renta


Mira atau dikenal juga dengan Omicron Ceti sebenarnya adalah sebuah sistem bintang ganda. Mira A (yang besar dan kini terungkap berekor) tak sendirian berkelana di langit Galaksi Bima Sakti.

Ia ditemani Mira B, sebuah bintang kerdil putih yang berukuran lebih kecil dan cukup jauh. Keduanya saling mengorbit satu sama lain secara perlahan di sudut langit konstelasi Cetus, 350 tahun cahaya jauhnya dari bumi.



Miliaran tahun lalu, Mira A seperti matahari kita. Total massanya sebanding meski diameternya 400 kali lebih besar. Kini Mira A sudah sangat renta. Ia mulai tertelan menjadi apa yang biasa disebut bintang raksasa merah sebuah fase yang masih berjarak 4 sampai 5 miliar tahun jauhnya untuk matahari kita. Dalam fase ini, Mira A secara periodik tumbuh menjadi cukup terang sehingga bisa diamati dengan mata telanjang dari bumi. Mark Seibert menyebutkan, Mira A berkembang dan berkontraksi silih berganti setiap 332 hari.

Sejatinya, Mira A akan menghempaskan seluruh komponen gas miliknya dan berakhir dalam rupa kepompong penuh warna, disebut nebula. Nebula selanjutnya akan memudar bersama dengan laju waktu, menyisakan inti. Fase terakhir inilah yang disebut bintang kerdil putih.

Baik Mira A maupun Mira B sudah dikenal lebih dari 400 tahun. Bintang ganda itu bahkan sudah digunakan sebagai model standar dalam kelas-kelas astronomi tentang bintang yang berdenyut pada usianya yang senja. Saat itu, kebanyakan dari massanya luruh terbawa angin kosmik.

Mira A berkembang menjadi model favorit karena bukan bintang biasa. Ia bergerak sangat cepat. Desir arus angin yang ditinggalkan di belakangnya mirip ekor yang hanya terlihat dalam spektrum gelombang ultraviolet.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Mira (Omicron Ceti) Bintang Raksasa yang Memiliki Ekor

Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

planet evolution (info) ,

Leonardo da Vinci tercatat hidupnya selama 15 April 1452 – 2 Mei 1519 adalah seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Beliau digambarkan sebagai arketipe “manusia renaisans” dan sebagai jenius universal.

Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga tentang kuliner.
Lukisan Wajah Asli Da Vinci

Sebuah lukisan minyak berukuran 24'' X 17" dengan gambar Leonardo da Vinci ditemukan di arsip dan koleksi lukisan keluarga Aristokrat di Acerenza, kota kecil dekat Potenza, wilayah Basilicata, Selatan Italia. Lukisan tersebut awalnya dikira Galileo Galilei, yang ditampilkan tiga perempat badan dengan mengenakan topi berbulu.

Seorang Ahli Sejarah Abad Pertengahan, Nicola Barbatelli yang menemukan lukisan tersebut mengatakan walaupun Leonardo berasal dari Vinci di Tuscanby dan berkerja di Florence dan Milan, dia diketahui pernah mengunjungi Basilicata.



Meskipun merupakan potret pribadi, namun terdapat tanda yang tertulis "pinxit Mea" dibalik lukisan tersebut." Kita tahu Leonardo memiliki keterikatan dengan keluarga Segnis yang tinggal di Florence," ujar Barbatelli seperti yang diberitakan Telegraph. Dia menambahkan, ketika pertama kali melihat lukisan, dirinya yakin itu bukan Galileo, karena berdasarkan postur, gaya, dan teknik yang digunakan mengingatkan pada lukisan Leonardo di Uffizi.

Alessandro Vezzosi, Direktur Museum Leonardo Da Vinci mengatakan lukisan yang diklaim dibuat ketika zaman pencerahan di Eropa merupakan lukisan asli bukan tiruan. Hasil investigasi yang dilakukan Vezzosi juga menemukan bahwa lukisan tersebut dibuat oleh Cristofano dell'Altisimo, yang melukis potret da Vinci di Galeri bernama Uffizi di Florence.


Sejauh ini, hanya ada satu potret Da Vinci yang diketahui asli, lukisan kapur merah yang dibuat tahun 1512, kini lukisan tersebut berada di perpustakaan negara "Biblioteca Reale" di Turin, Italia Utara. Dalam situs museum, Professor Vezzosi mengatakan, keberadaan lukisan tersebut menjadi sangat penting karena merupakan salah satu elemen yang dapat membantu untuk mengetahui seperti apa Leonardo da Vinci.

Latar Belakang

Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.

Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang .

Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.

Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar.
Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat. Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi ‘Putra Allah’.

Kegeniusan Leonardo terlihat dari banyaknya bidang yang ia kuasai. Ia adalah pelukis, pematung, penemu, peneliti, ahli per­me­sin­an, ahli anatomi, matematika, ahli tumbuh-tumbuhan dan binatang, optik, aerodinamik, bahkan pemusik handal. Ia belajar tanpa ada batasnya. Tentu saja ini tidak berat karena ia tidak bekerja keras, ia hanya “bersenang-senang”. Untuk melukis manusia, ia secara khusus mem­pelajari anatomi tubuh manusia.
Leonardo mungkin adalah pem­belajar paling gila. Saat mempelajari anatomi, ia suka pergi malam-malam, membongkar kuburan, dan mengambil mayat orang tidak dikenal yang sudah hampir busuk dan mem­bedahnya. Kadang ia melakukannya di rumah sakit yang memberinya izin. Ia benar-benar ingin tahu mengapa tubuh manusia berbentuk seperti itu. Dengan begitu, ia bisa makin detail dalam membuat lukisannya.

“I have offended God and mankind
because my work didn’t reach the quality it should have.”
Leonardo da Vinci
MASTERPIECE

Leonardo tidak ingin membuat sebuah karya, tetapi ia ingin menciptakan sebuah Mahakarya, A Masterpiece. Sebuah karya seni dengan komposisi warna-warni yang begitu indah dengan detail yang nyaris sempurna seperti aslinya, sehingga semua yang melihatnya akan terpesona dan tersentuh hatinya. Tapi itu bukan yang utama..

Karyanya adalah persembahannya yang setinggi-tingginya kepada Tuhan. Leonardo ingin membuat karya yang begitu indahnya, sehingga bahkan Tuhanpun akan senang hati melihatnya. Sepanjang hidupnya tidak kurang 30 mayat yang ia bedah dan pelajari. Memang menjijikkan, tetapi jijik pun sebenarnya bukan masalah yang besar dan penting diban­ding­kan keagungan karyanya dan juga kemajuan ilmu anatomi manusia.

Sejak kecil, ia suka membaca di perpustakaan milik ayahnya di Florence. Saat dewasa, Leonardo mampu memiliki perpustakaan sendiri dengan banyak koleksi buku termasuk dari Dante dan Petrarch. Subjeknya juga beragam mulai dari matematika, anatomi, pengobatan, hingga buku-buku tentang peperangan. Dari sana pengetahuannya jadi makin luas dan tajam. Leonardo juga seorang visioner. Ia misalnya telah membayangkan mesin terbang seperti helikopter, kendaraan dengan pelindung besi (seperti tank), atau kapal yang bisa bergerak di bawah laut. Ia bahkan mendesain manusia mekanik yang dikenal sebagai Robot Leonardo, rancangan “robot” yang sering dianggap robot pertama dalam sejarah.

Rahasia Lukisan Monalisa
Akan tetapi, karya terbesarnya tentu saja adalah Monalisa. Lukisan wanita cantik ini merupakan puncak dari segala ilmunya tentang pewarnaan, cahaya, perspektif, dan tidak lupa anatomi tubuh manusia.

Pada lukisan itu, ia menggunakan teknik melukis yang sangat tinggi dan sulit ditiru, sfumato, sebuah teknik yang membuat lukisan terlihat seperti berkabut, tidak fokus, dengan transisi antar-warna yang luar biasa lembut dan halus. Monalisa terlihat begitu hidup, bahkan senyumannya pun mengundang penasaran dari semua orang yang melihatnya hingga sekarang.

Mengapa Monalisa tersenyum? Mengapa ia terlihat begitu bahagia?
Para ilmuwan telah menemukan misteri lain dari lukisan Mona Lisa yaitu dengan menentukan bagaimana Leonardo Da Vinci melukis kulitnya dengan sempurna.
Dengan menggunakan teknik X-ray, tim "mengupas" lapisan lukisan yang terkenal itu untuk melihat bagaimana master pelukis Italia itu lulus membuatnya sehingga hampir tidak kelihatan perubahan warna dari terang ke gelap.

Teknik yang digunakan oleh Da Vinci dan beberapa pelukis Renaisans lainnya untuk mencapai kehalusan ini disebut "Sfumato," dengan penguraian seperti itu memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan komposisi dan ketebalan lapisan cat.

Philippe Walter, seorang ilmuwan senior di du Laboratoire , Paris Centre de halus et de Restorasi des Musees de France, mengatakan kepada CNN: "Ini akan membantu kita untuk memahami bagaimana Da Vinci membuat bahan lukisannya dan perbandingan campuran minyak yang dicampur dengan pigmen, sifat dari bahan organik, yang akan membantu para sejarawan seni. "

Walter dan rekan-rekannya menggunakan X-ray fluorescence (XRF) spektrometri untuk menentukan komposisi dan ketebalan setiap lapisan cat dari lukisan Mona Lisa di Museum Louvre di Paris, lukisan yang dilindungi oleh antipeluru itu. Seni sejarawan percaya lukisan itu dilukis oleh Da Vinci di tahun 1503.

Mereka menemukan ada beberapa lapisan tipis, satu atau dua mikrometer dan bahwa peningkatan ketebalan lapisan untuk 3-40 mikrometer di bagian-bagian yang lebih gelap dari lukisan itu. mikrometer adalah 1 / 1000 dari satu milimeter.

Hal ini menandai adanya satu teknik lukisan yang menggunakan lapisan es, memiliki lapisan yang sangat tipis , untuk membangun bayangan di wajah.

Cara Da Vinci melukis tubuhnya, "transisi melunak nya," adalah pekerjaan perintis di Italia pada akhir abad ke-15, mengatakan para peneliti, dan dikaitkan dengan kreativitas dan penelitian untuk memperoleh formulasi cat baru.

Walter mengatakan "hampir tidak sapuan kuas pada lukisan Mona Lisa yang kelihatan."

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Angewandte Chemie, juga melihat beberapa lukisan Da Vinci lainnya dan akhirnya dapat membantu untuk menentukan kapan dan bagaimana ia melukis beberapa karya nya.

Namun, Walter, menambahkan: "Masih banyak misteri seputar Mona Lisa ini yang tidak kami mengerti mengapa ia melukis, tentang motivasinya, hanya tentang materi.."

Virgin of the Rocks
Pemugaran lukisan berjudul "Virgin of the Rocks" berhasil mengungkapkan detail-detail yang selama ini sulit untuk dilihat secara kasat mata. Pemugaran itu juga menunjukkan bahwa lukisan tersebut dibuat sendiri oleh sang maestro, Leonardo da Vinci, tanpa bantuan asistennya, seperti yang sering diduga.

Demikian menurut pengelola museum National Gallery di London, Inggris, Rabu 14 Juli 2010. Museum itu mengerahkan tim untuk memugar lukisan Virgin of the Rocks, yang membutuhkan waktu selama 18 bulan.

Pemugaran itu diantaranya membersihkan lapisan pernis pada lukisan yang kualitasnya sudah jauh menurun sejak terakhir dipugar di penghujung dekade 1940-an sehingga membuat lukisan terlihat buram.

Pembersihan pernis lama tersebut memungkinkan para pakar untuk melihat lebih dekat goresan-goresan asli da Vinci melalui kuas. Pembersihan itu mengungkapkan gaya melukis da Vinci, terutama di bagian-bagian yang gelap. Ini memberi kesan bahwa da Vinci membuat goresan-goresan yang khas pada gambar bebatuan.

Restorasi itu juga menegaskan bahwa da Vinci tampaknya melukis sendirian dan sengaja membuatnya tidak selesai.

Proyek pemugaran menunjukkan adanya bekas sketsa tangan pada gambar malaikat hingga gambar kepala tokoh-tokoh utama di lukisan itu. Ini konsisten dengan karya-karya da Vinci lainnya.

Dikenal sebagai "perfeksionis sejati," da Vinci diduga meninggalkan lukisan itu dalam keadaan belum selesai karena saat itu dia berharap bisa menyelesaikannya di lain waktu. Demikian ungkap juru bicara museum, Thomas Almeroth-Williams.

Di masa lampau, para cendekia yakin bahwa da Vinci dibantu oleh sejumlah asisten saat mengerjakan Virgin of the Rocks. Ini berdasarkan asumsi adanya guratan-guratan yang terlihat berbeda.

Lukisan itu diduga dibuat antara 1491 hingga 1508. Pada 2005, menggunakan teknologi infra merah, para pakar menemukan dua bentuk sketsa yang tersembunyi di bawah permukaan lukisan. Bentuk yang satu tidak pernah dilukis, sedangkan yang lain mengungkapkan bahwa da Vinci berulang kali berubah pikiran atas subyek yang ingin dia gambar.

Da Vinci Code
The Da Vinci Code adalah sebuah novel karangan Dan Brown seorang penulis Amerika dan diterbitkan pada 2003 oleh Doubleday Fiction . Buku ini adalah salah satu buku terlaris di dunia dengan 36 juta eksemplar (hingga Agustus 2005) dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, termasuk Indonesia. Di Indonesia diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta pada tahun 2004.

Menggabungkan gaya detektif, thriller dan teori konspirasi, novel ini telah membantu mempopulerkan perhatian terhadap sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen - teori-teori yang oleh Kristen dipertimbangkan sebagai ajaran sesat dan telah dikritik sebagai sejarah yang tidak akurat.

Buku ini adalah bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, di mana diperkenalkan karakter Robert Langdon. Pada November 2004, Random House menerbitkan "Edisi Spesial Ilustrasi", dengan 160 ilustrasi yang berselingan dengan teks.
Buku ini dibuka dengan pengakuan Dan Brown bahwa "Semua deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus rahasia dalam novel ini adalah akurat," walaupun klaim ini diperdebatkan oleh para sarjana akademisi dalam diskusi-diskusi.

Dalam buku fiksi Dan Brown yang sangat terkenal, “The Da Vinci Code” (2003), lukisan The Last Supper, dikatakan mengandung misteri terbesar dalam sejarah umat Kristen yang dijaga ketat, bahkan dengan nyawa para pelindungnya selama beribu-ribu tahun .
Leonardo banyak menghasilkan karya seni dan berbagai desain yang menakjubkan lainnya sebelum meninggal pada 2 Mei 1519. Hingga sekarang, bahkan Einstein dan Isaac Newton pun dianggap tidak sanggup menyamai kegeniusan Leonardo da Vinci.
Kisah tentang sang Masterpiece tentunya tak ada habis-habisnya jika kita bahas. Kejeniusannya beliau sehingga beliau termasuk aliran High Renaissance. Artikel yang saya buat kali ini mungkin tidak akan jauh berbeda dengan artikel-artikel yang lain yan menulis tentang Da Vinci sendiri. Anggap saja ini adalah rangkuman dari kisah beliau sebagai bentuk kekaguman saya terhadap beliau ...
Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi