Matahari Meledak, Satelit Jadi Zombie

Saturday, July 31, 2010

planet evolution (info) ,

Peneliti telah mengidentifikasi adanya letusan di matahari pada April di mana telah mematikan fungsi satelit sehingga menciptakan "zombie”.

Ledakan plasma besar dan energi magnetik yang disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME) telah terjadi pada 3 April dan diteliti oleh pesawat luar angkasa STEREO NASA, berdasarkan keterangan Naval Research Laboratory (NRL), Amerika Serikat.

Badai matahari telah melumpuhkan satelit komunikasi Intelsat Galaxy 15, kata pejabat NRL.

Galaxy 15 kehilangan kontak dengan pengontrol darat pada 5 April dan melayang di sekitar bumi sejak itu. Badai matahari diketahui membahayakan satelit. Partikel yang diserang dalam badai dapat memutuskan aliran listrik peralatan.

Observasi menyebutkan materi telah terlempar sejak CME terjadi di matahari. Erupsi matahari bergerak pada 2.2 juta mph (3,6 juta kph) saat masih dekat dengan matahari pada 3 April.

Kejadian ini kemudian melambat sekitar 700 km per detik (1,5 juta mph atau 2,5 juta kph) saat mencapai bumi pada 5 April.

Putaran aneh ini membuat satelit Galaxy 15 mengalami kerusakan. Satelit berhenti berkomunikasi dengan pusat pengontrol di darat. Muatan telekomunikasi gelombang C menjadi macet sehingga dinamakan “satelit zombie”.

“CME adalah ledakan plasma yang kuat dari energi magnetik di atmosfir luar matahari, atau korona,” tulis pihak NRL pada 7 Juli.

“Saat ledakan tiba-tiba ini mengarah ke bumi, mereka dapat melihat efek kerusakan yang mengagumkan.”
Studi peristiwa CME pada 3 April ini dilakukan menggunakan Sonar Terretrial Relation Observatory (STEREO), seperangkat pesawat luar angkasa kembar yang berada pada sisi berlawanan bumi yang secara terus menerus memantau matahari dengan menghasilkan gambar stereo, dikarenakan pemisahan yang lebar pada satelit di luar angkasa.

Sinyal elektronik yang sekarang dituju dari Galaxy 15 telah memaksa komunikasi pada satelit lain untuk melakukan manuver penghindaran dari waktu ke waktu terhadap gangguan sinyal.

Kemungkinan pesawat luar angkasa Galaxy 15 menabrak satu sama lain sangat kecil, bahkan tidak ada, kata pejabat Intelsat. Bulan ini, Galaxy 15 akan terbang mendekati 2 satelit Intelsat lainnya (Galaxy 13 dan Galaxy 14).

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Matahari Meledak, Satelit Jadi Zombie

Monyet di Latih Menembak di Taliban !!! Fakta atau Gurauan ?

planet evolution (info) ,
Ternyata, bukan hanya manusia saja yang bisa dilatih untuk berperang. Di Taliban, diberitakan bahwa mereka tengah mempersiapkan pasukan khusus untuk bisa membantu melawan tentara Amerika Serikat. Saya menyebutnya 'Monkey Army'. Kenapa ? Karena yang dilatih memegang senjata dan berperang adalah Monyet. Benarkah?

Dilansir dari situs laman China yang cukup menghebohkan, People Daily yang memberitakan bahwa Taliban tengah mempersiapkan pasukan khusus yang beranggotakan 'monyet - monyet' untuk bisa memegang senjata dan menembaki tentara Amerika Serikat.

Apa yang terlintas di pikiran anda ?

Seekor monyet, berpakaian tentara dan bisa memegang senjata ?

Keren Bukan..?

Diberitakan juga bahwa monyet-monyet ini dilengkapi dengan senjata Kalashnikov, senjata mesin Bren, dan mortir, para monyet diajarkan mengenali dan menembakkan senjata ke sasaran manusia yang mengenakan seragam militer AS.
Wah-wah.. sungguh menggelikan bukan brother and sister sekalian...?

Dan ini kutipan lainnya dari People Daily.

"Sumber anggota senior militer AS telah dikonfirmasi soal eksistensi tentara monyet Taliban, ahli militer menyebut monyet bersenjata sebagai 'teroris monyet'"
People Daily mengklaim AS pernah melakukan hal yang sama di tahun 1960-an.

"Antara tahun 1960-an dan 1970-an, Central Intelligence Agency (CIA) melatih 'tentara monyet ' bersenjata untuk dikirim dalam Perang Vietnam."

Soal keberadaan tentara monyet, itu tidak ada dalam salah satu dari 90.000 dokumen perang Afganistan yang bocor melalui situs WikiLeak.

Fakta

Menurut para ilmuwan, sepertinya sangat tidak mungkin untuk melatih hewan, bahkan makhluk primata non-manusia sekalipun.

"Monyet bisa dilatih untuk mematikan lampu, membuka kran air, dan hal-hal lainnya, tapi pada akhirnya mereka malahan merusaknya," kata William Mason, psikolog dan profesor emiretus di Universitas California, Davis. Seperti yang dikutip dari laman LiveScience .
Melalui juru bicara kedutaan china, Wang Baodong menegaskan bahwa pemerintahnya harus menerapkan aturan tegas pada medianya untuk tidak sembarangan memuat berita.."Pemerintah China secara tegas mengatur bahwa organisasi media China harus melaporkan secara jujur, objektif dan adil dengan mentaati kode etik profesi."
Jadi sangatlah tidak mungkin makhluk primata seperti monyet bisa dilatih memegang senjata untuk berperang. Media China mungkin bisa menulis berita HOAX untuk sekedar membuat bualan/gurauan semata agar kita bisa terbahak-bahak medengarnya.
Tetapi suatu saat nanti mungkinkah akan ada generasi makhluk primata lain yang benar-benar bisa berperang melwan manusia ....?

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Monyet di Latih Menembak di Taliban !!! Fakta atau Gurauan ?

NASA Temukan Lubang Aneh dan Misterius di Bulan

planet evolution (info) ,

Foto baru menunjukkan pemandangan paling detail lubang langka di permukaan bulan.

Lubang yang cukup besar itu cukup untuk menelan secara keseluruhan lapangan sepak bola.

Kamera resolusi tinggi pesawat luar angkasa Kaguya Jepang pertama kali melihat jurang berbentuk tidak teratur, yang terletak di Mare Ingenii di belahan selatan bulan.

Lunar Reconnaissance Orbiter NASA kemudian mengambil foto baru dari orbit bulan.

"Hanya tiga telah ditemukan sejauh ini, jadi saya percaya aman untuk menyatakan bahwa skylight (pit) jarang terjadi pada skala 100 meter," ujar Mark Robinson, peneliti utama Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) di Arizona State University , mengatakan pada SPACE.com.

Mare Ingenii, juga disebut "laut kepandaian" terkenal karena bagian bulan yang berputar-putar, permukaan yang sangat reflektif dan berhubungan dengan anomali magnetik.

Foto baru wilayah dari LROC menunjukkan sebuah lubang raksasa dengan diameter berukuran 427 kaki (130 meter).

Batu-batu dan puing-puing di dasar rongga menyala dan kemungkinan jatuh melalui pembukaan pit.

Lubang tersebut diyakini sebagai hasil dari tabung lava yang runtuh sebagian.

Sebuah lubang bulan yang sama, diyakini sebagai tabung lava skylight sebelumnya ditemukan oleh misi Kaguya Hime di wilayah bulan Marius Hills.

Lubang baru di Mare Ingenii, tidak memiliki fitur vulkanik yang banyak ditemukan di daerah Marius Hills.

"Keberadaan tabung lava dan skylight sudah lama didalilkan," kata Robinson.
Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - NASA Temukan Lubang Aneh dan Misterius di Bulan

UFO yang tertangkap kamera dari Pesawat Terbang

planet evolution (info) ,

Sebuah objek tak dikenal tertangkap kamera dalam penerbangan di Rio de Janerio, Brasil.

Benarkah objek tersebut adalah sebuah UFO ?


Dalam melakukan perjalanan liburan Mr. Henrique Costa yang berada dalam pesawat, sedang melintas di ibukota Brasil, Rio de Janerio.


Dari dalam pesawat beberapa penumpang melihat objek tersebut , dan yang terlihat adalah objek berbentuk sebuah bola cahaya, bahkan sangat mirip bola. Beberapa penumpang berteriak ketakutan karena mereka merasa pesawat terlalu dekat dengan objek yang tidak diketahui, dan ada kemungkinan terjadi tabrakan

Menurut laporan penumpang, objek tersebut seperti terbang manuver ke awan, tapi terus mengikuti pesawat selama sekitar dua menit.

Ini Foto dari objek yang berhasil tertangkap kamera.



Menurut informasi kamera, foto-foto itu diambil di 03:40, 14 Juli 2010 dan Kamera yang digunakan adalah Nokia, 3120 Classic.
UFO ?
Dari foto yang terlihat, sekilas objek tersebut hampir dipastikan hanya sebuah gumpalan awan kecil yang secara 'kebetulan' berbentuk bundar dengan permukaan putih bersih(layaknya awan pada umumnya) , dan juga kenapa bisa menjadi pusat perhatian, karena secara 'kebetulan' juga, terbentuknya awan ini hanya satu/sendirian (tidak ada awan disekelilingnya).

Dan jika dikatakan bahwa beberapa penumpang berteriak ketakutan, bisa saja hanya untuk menambah kesan bahwa objek itu adalah sebuah UFO.
Bukankah bentuk awan jika kita melihatnya dari dalam pesawat sangat beraneka ragam?
Tetapi benar atau tidaknya hal ini, kita tidak bisa memastikannya lebih jauh karena informasi yang terbatas.



Berikut ini adalah foto lain yang tertangkap kamera dalam pesawat terbang.
Penerbangan RyanAir dari Portugal menuju Inggris bulan May kemarin
Apakah kalian bisa mendefinisikan objek apa itu ?

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - UFO yang tertangkap kamera dari Pesawat Terbang

Baghdad Battery - Teknologi Listrik di masa Irak purba?

planet evolution (info) ,Dari sebuah gua kuno di Irak, Baghdad Battery membuat sebagian orang bertanya-tanya. Mungkinkah lebih dari 2.000 tahun yang lalu, bangsa Irak telah mengenal teknologi yang berhubungan dengan listrik?


Teka-teki Baghdad Battery

Baghdad Battery atau Baterai dari Baghdad yang kadang disebut juga Parthian Battery adalah nama yang diberikan kepada sebuah artefak berbentuk guci/vas yang diperkirakan berasal dari masa kebudayaan Parthian yang berkembang antara tahun 250 SM hingga 224 M.


Tinggi guci ini adalah 13 cm. Di dalamnya terdapat sebuah pipa tembaga berongga dan sepotong besi yang tersusun dengan rapi. Satu ujung besi direkatkan ke mulut guci dengan aspal sedangkan ujung yang lainnya direkatkan ke dasar tembaga.


Guci ini ditemukan pada tahun 1936 di dalam sebuah makam kuno di Khujut, selatan Baghdad. Namun artefak ini dibiarkan berdebu begitu saja di dalam gudang Museum Baghdad hingga dua tahun lamanya.

Pada tahun 1938, Arkeolog Jerman bernama Wilhem Konig yang saat itu merupakan direktur laboratorium penelitian museum Baghdad menemukan guci itu di gudang museum dan segera menyadari adanya sesuatu yang aneh.

Guci itu memiliki pipa tembaga dengan sebatang logam di dalamnya. Desain ini tidak umum untuk sebuah guci. Penelitian awal yang dilakukannya juga menemukan adanya bekas cairan asam seperti cuka atau anggur.

Konig menyadari kalau mungkin ia telah menemukan sebuah Sel Galvanic kuno yang bisa digunakan untuk membuat Baterai. Jika benar, maka ini menjadikan guci ini sebuah Ooparts (Out of place Artefacts), karena baterai baru ditemukan pada tahun 1800 oleh Alessandro Volta.

Konig menjadi bersemangat dengan kemungkinan kalau teknologi listrik mungkin telah dikenal pada masa Irak purba. Pada tahun 1940, walaupun kontroversial, Ia mempublikasikan teorinya mengenai artefak ini.

Apakah fungsi baterai ini?
Setelah perang dunia II berakhir, Willard Gray, seorang insinyur di General Electric High Voltage Laboratory di Massachusets, yang membaca tulisan Konig segera membuat replika Baghdad Battery. Dengan memasukkan jus anggur sebagai elektrolit, ia berhasil menciptakan listrik sebesar 0,5 volt.

Eksperimen ini membuat Baghdad Battery terkenal ke seluruh dunia.

Lalu timbul pertanyaan selanjutnya. Apakah guci sederhana ini benar-benar sebuah alat yang digunakan oleh bangsa Irak purba untuk menghasilkan listrik?

Benarkah mereka telah mengenal prinsip-prinsip kelistrikan?

Jika benar, untuk apakah alat tersebut digunakan?

Electroplating
Dalam publikasinya mengenai Baghdad Battery, Konig menyebutkan kemungkinan kalau baterai ini mungkin digunakan sebagai alat untuk melapisi logam dengan emas atau perak. Proses pelapisan ini disebut Electroplating, sebuah teknik yang masih sering digunakan hingga saat ini.

Untuk menguji ide ini, pada tahun 1978, Dr. Arne Eggebrecht, direktur di Museum Roemer and Pelizaeus di Hildesheim membuat beberapa replika Baghdad Battery dan melakukan eksperimen Electroplating. Kemudian, ia disebut berhasil melapisi sebuah objek dengan lapisan perak setebal 1/10.000 milimeter. Sama seperti eksperimen Willard Gray, Ia menggunakan jus anggur sebagai elektrolit.

Eksperimen ini cukup menghebohkan. Namun tidak butuh waktu lama bagi para ilmuwan untuk menolak keabsahannya.

Masalahnya satu. Tidak ada satupun peneliti lain yang bisa meniru hasil eksperimen Dr.Eggebrecht. Listrik yang dihasilkan oleh Baghdad Battery ternyata tidak cukup kuat untuk bisa melakukan proses electroplating.

Jadi, ada kemungkinan kalau eksperimen tersebut sesungguhnya tidak pernah dilakukan. Ini dikonfirmasi oleh Dr. Bettina Schmitz, seorang peneliti di museum yang sama, yang tidak bisa menemukan satupun catatan mengenai adanya eksperimen tersebut.

Bukan cuma itu, masalah lain yang berkaitan dengan teori ini adalah tidak pernah ditemukannya objek atau perhiasan yang terindikasi dilapisi emas atau perak dengan menggunakan electroplating dari Baghdad Battery.

Keperluan Pengobatan
Bangsa Yunani dan Mesir kuno pernah mencatat mengenai kebiasaan mereka menggunakan ikan listrik untuk meredakan rasa sakit pada telapak kaki. Ini menunjukkan kalau mereka cukup familiar dengan aliran listrik, walaupun mereka tidak menggunakan istilah "listrik" untuk menyebutnya.

Jadi, sebagian peneliti mulai memikirkan kemungkinan penggunaan artefak ini sebagai sebuah alat untuk mengurangi rasa sakit.

Tetapi, sama seperti teori sebelumnya, ada alasan yang cukup untuk meragukan teori ini. Catatan kuno masa purba tidak pernah menyinggung mengenai penggunaan alat sejenis Baghdad Battery dalam pengobatan. Mereka biasa menggunakan daun Cannabis (Ganja), Opium dan anggur untuk mengurangi rasa sakit.

Patung Dewa yang memiliki kekuatan
Lalu, selain dua teori yang cukup ilmiah di atas, ada teori yang menyentuh konspirasi keagamaan.

Dr.Paul Craddock, seorang ahli metalurgi purba dari British Museum, berpendapat kalau pada masa lampau beberapa Baghdad Battery mungkin telah dihubungkan secara paralel dan diletakkan di dalam patung Dewa untuk menipu para penyembahnya.

Katanya:
"Para pendeta mungkin akan mengajukan pertanyaan kepadamu. Jika kamu memberikan jawaban yang salah, kamu akan disuruh menyentuh patung itu dan akan mendapatkan sebuah kejutan listrik kecil. Jika kamu menjawab dengan benar, maka para pendeta akan melepaskan hubungan baterai dan tidak ada kejutan listrik yang dihasilkan. Dengan demikian kamu akan percaya dengan kekuatan Dewa, pendeta dan agamanya."
Teori ini, tentu saja terlalu liar untuk dianggap sebagai fakta karena tidak ada satupun patung yang pernah ditemukan dengan rongga didalamnya yang bisa mengisi beberapa Baghdad Battery.

Jadi, apa kegunaan artefak ini sebenarnya? Benarkah guci ini sebuah peralatan elektrik?

Baghdad Battery - Alat elektrik?

Seorang peneliti hanya bisa menarik sebuah kesimpulan berdasarkan pada fakta atau bukti yang ditemukan. Teori yang mengatakan kalau guci ini adalah sebuah baterai memang cukup memiliki dasar. Namun, bagi sebagian peneliti yang lebih skeptis, ada beberapa lubang besar di dalam teori ini.

Ya, banyak replika yang telah dibuat untuk keperluan eksperimen dan memang berhasil menciptakan arus listrik, namun ini tidak membuat guci ini otomatis menjadi sebuah baterai.

Dr.Marjorie Senechal, Profesor Sejarah Sains dan Teknologi di Smith College yang pernah membuat replika Baghdad Battery untuk keperluan eksperimen berkata:
"Saya rasa tidak ada yang bisa memastikan manfaat guci itu. Namun bisa saja benda itu memang sebuah baterai karena bisa digunakan untuk itu."
Sebuah replika yang dibuat oleh para mahasiswa Prof.Senechal bisa menghasilkan listrik berkekuatan 0,8 hingga 2 Volt.


Untuk mengerti apa yang dimaksud dengan lubang besar pada teori Baghdad Battery, pertama-tama, kita harus mengerti cara kerja sebuah baterai. Untuk itu, mari kita kembali sejenak ke pelajaran kimia sekolah kita.

Seperti yang saya katakan di atas, Dr.Konig mengatakan kalau Guci itu kemungkinan adalah sebuah Sel Galvanic.

Pada tahun 1780, Luigi Galvani, dalam sebuah eksperimen menemukan jika ia menghubungkan dua logam berbeda jenis yang masing-masing dicelupkan dalam larutan elektrolit yang juga dihubungkan dengan salt bridge (peralatan penghubung seperti tabung kimia), maka aliran listrik akan tercipta.


Kita mungkin juga ingat kalau Galvani berhasil membuat kaki katak yang sudah mati berkontraksi oleh listrik yang dihasilkan oleh sel ini.

Sel Galvanic itu tidak sama dengan baterai.

Yang dinamakan baterai adalah gabungan dari beberapa sel Galvanic yang dihubungkan secara seri atau paralel dengan kabel (atau penghantar lainnya).

Dengan penggabungan ini, barulah aliran listrik yang cukup kuat dapat tercipta.

Nah, disinilah masalahnya. Jika guci itu memang sebuah sel Galvanic yang digunakan sebagai bagian dari Baterai, maka seharusnya ada lebih dari satu guci sejenis yang ditemukan lagi.

Namun, hingga sekarang, hanya ada satu Baghdad Battery yang ditemukan. Dengan kata lain, sebenarnya kita tidak bisa menyebut guci itu sebuah baterai, melainkan sel Galvanic.

Jika kita menemukan beberapa guci serupa, maka argumentasi baterai menjadi lebih kuat.

Namun, itupun belum cukup. Jika ada beberapa guci serupa yang ditemukan, kita masih harus menemukan "kabel" yang digunakan untuk menghubungkan beberapa guci tersebut. Sampai sekarang, kabel tersebut, atau bahan yang mungkin bisa dijadikan kabel belum pernah ditemukan.

Para peneliti pun mengakui kelemahan argumen Baterai karena ketiadaan kabel tersebut.

"Sayangnya kita tidak pernah menemukan kabelnya." Kata Dr. Craddock.

"Ini berarti interpretasi kita mengenai kegunaan artefak ini bisa jadi salah total."

Lalu, selain masalah kabel, keberatan lain yang diajukan oleh para peneliti yang menolak teori ini adalah desain guci tersebut.

Aspal yang digunakan untuk merekatkan batang besi tersebut ternyata menutupi silinder tembaga sepenuhnya. Ini membuat aliran listrik menjadi terhambat. Untuk menghasilkan listrik, mau tidak mau, desain guci tersebut harus diubah.

Lagipula, desain ini cukup aneh karena aspal tersebut menutupi seluruh mulut guci itu. Di lain pihak, Sel Galvanic membutuhkan pengisian cairan elektrolit terus menerus. Bagaimana cara mereka mengisinya jika cairan elektrolit di dalamnya menjadi kering?

Lalu, argumen lainnya dari para penentang teori baterai adalah kenyataan kalau kita tidak pernah menemukan adanya catatan atau ukiran yang menunjukkan mengenai peralatan yang dinyalakan oleh baterei ini. Jika kita menemukan ukiran bergambar alat elektronik yang menggunakan baterai seperti kamera atau jam dinding, mungkin kita bisa menarik kesimpulan kalau memang ada baterai di masa lampau.

Cukup masuk akal mengingat kita hanya bisa menerima suatu teori sains sebagai kebenaran jika didukung oleh bukti-bukti yang memadai.

Lalu, jika bukan baterai, apa manfaat guci tersebut?

Bagi mereka yang keberatan dengan teori baterai, guci itu hanyalah sebuah tempat penyimpanan biasa. Yang disimpan di dalamnya adalah perkamen atau gulungan-gulungan kitab. Mereka berargumen kalau kitab yang disimpan di dalam guci tersebut mungkin telah hancur dan menyisakan residu asam yang dikira sebagai residu cairan elektrolit.

Argumen ini cukup bisa diterima. Tetapi dengan menggunakan logika yang sama untuk membantah teori baterai, maka, mengapa hanya ada satu guci serupa yang ditemukan?

Jika memang digunakan untuk menyimpan gulungan kitab, bukankah harusnya kita menemukan lebih banyak guci lain yang serupa?

Jadi, menurut saya, Baghdad Battery masih menyisakan banyak ruang bagi kita untuk berspekulasi. Mengenai kebenaran yang sesungguhnya, mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Baghdad Battery - Teknologi Listrik di masa Irak purba?

Gerhana Venus

planet evolution (info) ,

GERHANA VENUSBanyak fenomena astronomi menarik yang terjadi selama dua bulan ini. Setelah beberapa meteor sporadik yang menghantam wilayah Indonesia beberapa waktu lalu, disusul terjadinya puncak hujan meteor Eta Aquarids . Kini langit Indonesia juga dihias oleh munculnya beberapa planet yang cukup terang seperti Venus, Mars dan Saturnus pada sore hari serta kemunculan Jupiter dan Merkurius pada pagi hari.

Satu lagi fenomena astronomi yang sangat menarik yang mungkin hanya bisa kita saksikan sekali selama hidup kita. Ia adalah peristiwa “Gerhana Venus” atau sering disebut sebagai okultasi Venus yaitu fenomena saat planet Venus, benda langit paling terang nomor 3 setelah Matahari dan Bulan dan sering disebut sebagai ‘bintang Kejora” ini akan bermain petak umpet.

Ya, di langit Barat sore hari setelah Matahari terbenam Planet ini tiba-tiba ‘menghilang’ dari pandangan karena bersembunyi di belakang wajah Bulan sabit muda yang sore itu belum genap berumur 3 hari.

Apakah perlu peralatan khusus untuk menyaksikan fenomena ini? Jawabannya tentu tidak, sebab dengan mata telanjang saja kita bisa menyaksikan peristiwa ini dengan baik, sebab planet Venus yang kali ini memiliki magnitude -3,9 cukup terang dilihat langsung dengan mata telanjang. Demikian juga halnya dengan Bulan yang akan menutup Venus. Kali ini Bulan sedang pada fase bulan sabit muda di usianya yang sudah 3 hari dengan iluminasi mencapai 7% akan sangat mudah dilihat setelah Matahari terbenam.

Kita bisa melihatnya Fenomena astronomi ini malam Senin besok secara langsung kalau cuaca cerah," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews, Sabtu 15 Mei 2010.

JADWAL TERJADINYA GERHANA VENUS DI BEBERAPA DAERAH.

Ba'da (usai) Magrib, kata profesor riset ini, masyarakat bisa mengarahkan tatapannya ke langit bagian barat. Saat itu akan terlihat 'bintang' terang atau bintang kejora. Venus akan terlihat di atas bulan sabit.

Pada masa lampau, gerhana Venus menjadi inspirasi pemuka agama Islam. Mereka menjadikan fenomena alam itu sebagai simbol berupa bulan sabit dan bintang.

Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan, mengatakan simbol agama Islam tersebut sebenarnya bulan sabit dan planet Venus, bukan bintang. Kedua benda luar angkasa itu terlihat seperti bersentuhan di langit saat gerhana Venus.

"Lambang seperti di atas kubah masjid itu dari peristiwa gerhana Venus," katanya. Dia menduga, para pemuka Islam ketika itu melihatnya saat memantau hilal, karena gerhana Venus seperti yang akan terjadi petang nanti, muncul saat bulan baru.

Berdasarkan perhitungan para astronom okultasi yang terjadi pada hari ini hanya akan berulang pada tahun 2052 yad. Maka dari itu jangan lewatkan fenomena ini atau anda tidak akan pernah menyaksikannya lagi seumur hidup. Akhirnya kita hanya bisa berharap semoga saat fenomena berlangsung nanti kondisi langit cukup menguntungkan alias cerah.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Gerhana Venus

Misteri tengkorak-tengkorak aneh dari Peru

planet evolution (info) ,Ketika para arkeolog menemukan tengkorak-tengkorak aneh berbentuk memanjang di beberapa bagian dunia, segera muncul teori kalau tengkorak-tengkorak tersebut sebenarnya adalah milik para alien yang pada masa lampau mendatangi bumi. Benarkah begitu?


Saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai tengkorak ini. Tetapi baru kali ini saya memutuskan untuk mempostingnya. Tengkorak ini telah banyak menimbulkan banyak kesalahpahaman karena bentuknya yang aneh dan tidak biasa. Namun, sebenarnya, ada penjelasan yang masuk akal mengenai keberadaannya.

Elongated Skull
Tengkorak-tengkorak misterius tersebut dinamakan elongated skull atau tengkorak memanjang yang mulai dikenal luas ketika Robert Connolly mempublikasikan foto-foto yang diambilnya dari seluruh dunia.

Kebanyakan tengkorak seperti ini ditemukan di Peru di antara tengkorak-tengkorak suku Inca lainnya. Karena itu, tengkorak memanjang ini juga dikenal dengan sebutan Peruvian Skull atau Inca Skull.

Tengkorak serupa kemudian juga ditemukan di banyak negara lain di dunia, mulai dari Jerman, Perancis, Mesir, Afrika dan yang terbaru adalah di Siberia. Menariknya, di Mesir kita bisa menemukan relief pada bangunan-bangunan mereka yang menunjukkan adanya tokoh-tokoh yang memiliki bentuk kepala memanjang seperti ini.

Salah satu contohnya adalah ratu Nefertiti yang termashyur. Lalu, konstruksi ulang yang dilakukan terhadap kepala raja Tutankhamon juga menemukan kalau raja ini memiliki bentuk kepala memanjang seperti Nefertiti.

Dari dulu, memang banyak yang percaya kalau bangsa Mesir telah membangun piramida dengan bantuan alien. Adanya relief ini semakin membuat banyak orang yang percaya kalau beberapa tokoh Mesir yang ternama adalah keturunan alien.

Relief yang menunjukkan ratu Nefertiti dengan topi besar

Raja Tutankhamon dengan kepala memanjang

Walaupun koleksi Peru adalah yang paling terkenal di dunia, namun tengkorak Peru yang diperkirakan berusia sekitar 1.000 tahun itu bukanlah tengkorak memanjang tertua yang pernah ditemukan.

Pada tahun 1982, para peneliti menemukan tengkorak yang diklaim sebagai milik manusia Neanderthal yang berasal dari tahun 45.000 SM di gua Shanidar di Irak. Ini membuat tengkorak gua Shanidar menjadi tengkorak memanjang tertua yang pernah ditemukan.

Karena karakteristiknya yang aneh, maka spekulasi pun berkembang mengenai asal-usulnya.

Lalu, benarkah tengkorak ini milik dari alien atau makhluk misterius lainnya?

Darimana asal Tengkorak ini?
Sebagian peneliti UFO percaya kalau tengkorak ini adalah milik alien atau manusia keturunan alien (alien hybrid). Tetapi, tentu saja teori ini tidak bisa dibuktikan karena argumen ini juga didasarkan pada teori lain (teori ancient astronout) yang juga belum terbukti.

Lalu, peneliti lain menyatakan kemungkinan kalau tengkorak itu adalah milik ras manusia tertentu yang memang memiliki karakteristik kepala seperti itu. Namun, masalahnya adalah tengkorak memanjang ternyata ditemukan tersebar luas di banyak tempat di dunia. Ini membuat teori ini menjadi semakin tidak mungkin karena penyebaran ras di masa lampau sangat terbatas. Lagipula, hingga hari ini, para peneliti belum bisa mengidentifikasi ras yang dimaksud.

Teori yang lain lagi menyatakan kalau tengkorak memanjang tersebut mungkin adalah hasil dari sebuah penyakit yang mengubah ukuran kepala. Ini cukup bisa diterima karena pada masa modern ini, penyakit seperti itu memang ada. Namanya Craniosynostosis.

Tulang tengkorak bayi tersusun atas beberapa lempeng tulang. Celah di antara lempeng ini disebut sutura. Pada bayi yang baru lahir, sutura ini masih lebar dan belum tertutup rapat.

Jika Sutura tersebut menutup secara prematur, otak bayi akan bertumbuh ke arah sutura yang masih terbuka. Dengan demikian, kepala anak akan mulai memanjang. Inilah yang disebut Craniosynostosis.

Namun teori ini juga dipersoalkan mengingat Craniosynostosis tidak bisa menghasilkan kepala dengan bentuk memanjang yang sempurna. Pada banyak tengkorak memanjang yang ditemukan, bentuknya cukup sempurna sehingga terlihat kalau kepala itu seperti dibentuk dengan sengaja.

Karena itu, sekarang kita akan melihat teori lainnya yang dianggap sebagai jawaban paling masuk akal mengenai asal-usul tengkorak ini.

Cranial Binding - Modifikasi bentuk kepala
Menurut teori ini, tengkorak memanjang tersebut dihasilkan dari modifikasi kepala yang memang sengaja dilakukan oleh suku-suku purba. Teknik modifikasi ini disebut Cranial Binding.

Praktek seperti ini cukup umum ditemukan di negara-negara Amerika Latin pada masa lampau. Namun mulai menghilang ketika para misionaris kristen masuk ke wilayah-wilayah itu.

Sebagai catatan, modifikasi tubuh bukanlah sesuatu yang aneh dalam tradisi suku-suku purba di seluruh dunia. Misalnya, kita mungkin mengetahui mengenai suku Karen di Burma yang menaruh banyak gelang besi di lehernya sehingga leher mereka menjadi lebih panjang. Lalu, praktek Foot Binding yang dilakukan pada perempuan Cina masa lampau yang membuat telapak kaki mereka menjadi lebih kecil dan lain-lain.

Mengenai Cranial Binding, kita bisa menemukan tradisi ini disinggung dalam banyak catatan-catatan kuno.

Cranial Binding di dalam sejarah

Hippocrates, pada tahun 400 SM, pernah menulis mengenai sebuah suku yang disebutnya suku Macrocepheles karena praktek mereka dalam memodifikasi bentuk kepala.

Lalu, Freidrich Ratzel dalam bukunya yang berjudul The History of Mankind yang terbit tahun 1896 juga melaporkan adanya tradisi modifikasi kepala di Tahiti, Samoa, Hawai dan New Hebrides.

Lalu, suku Huns di Jerman juga mempraktekkan tradisi ini yang kemudian juga diikuti oleh suku-suku lain yang ditaklukkannya. Praktek serupa juga dilakukan oleh suku Aborigin di Australia dan beberapa suku Indian Amerika seperti Chinookan dan Choctaw.

Princess of the House of Este - Bangsawan Italia abad ke-15

Jika kita tidak memasukkan tengkorak memanjang yang diklaim sebagai kepunyaan manusia Neanderthal, maka mungkin bangsa Mesir adalah bangsa yang paling awal melakukan modifikasi kepala, yaitu sejak tahun 3.000 SM. Ini menjelaskan adanya relief yang menunjukkan beberapa tokoh yang memiliki bentuk kepala memanjang.

Jadi, budaya ini cukup mendunia.

Proses Cranial Binding
Proses Cranial Binding dilakukan sejak seorang bayi baru lahir ke dunia. Umumnya, mereka akan menggunakan kulit, tali atau kain untuk mengikat kepala bayinya hingga beberapa tahun ke depan untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Cranial Binding

Modifikasi kepala yang dilakukan oleh suku-suku purba juga tidak hanya untuk menghasilkan bentuk kepala yang memanjang. Kadang, ada suku yang justru menginginkan bentuk kepala yang datar. Ini disebut Flattening Skull atau meratakan tengkorak kepala.

Flattening Skull

Mengapa Cranial Binding dilakukan?
Umumnya, modifikasi ini dilakukan sebagai tanda kecantikan dan penanda status. Di banyak suku, kepala yang memanjang mengindikasikan kalau ia adalah keturunan ningrat.

Selain itu, ada suku lain yang percaya kalau memanjangkan bentuk kepala dapat meningkatkan kecerdasan seseorang dan membuatnya lebih dekat kepada dunia roh. Kepercayaan ini salah satunya bisa ditemukan di suku di pulau Tomman, Vanuatu.

Lalu, apakah tradisi ini masih bisa ditemukan pada masa kini?

Jawabannya adalah: Tentu saja!

Walaupun Cranial Binding dengan teknik yang ekstrim telah lenyap sekitar 100 tahun yang lalu, namun praktek yang lebih moderat masih bisa ditemukan pada masa modern ini.

Cranial Binding di Masa Modern

Karena itu saya mengatakan kalau penjelasan ini lebih masuk akal karena kita masih bisa menemukan contoh-contohnya di masa modern ini.

Misalnya adalah suku Mangbetu di Kongo Utara dan suku Zande di Afrika Tengah. Dalam kasus suku Mangbetu, Modifikasi kepala dilakukan sebagai ekspresi kecantikan dan tanda kepintaran. Mereka melakukannya dengan mengikat kepala bayi mereka dengan tali. Lalu, ikatan itu akan dikencangkan setiap beberapa bulan sehingga menghasilkan bentuk kepala yang diinginkan.


Walaupun banyak contoh yang bisa kita lihat, sebagian peneliti masih ragu dengan teori modifikasi kepala. Menurut mereka modifikasi yang dilakukan tidak bisa menyamai besarnya tengkorak-tengkorak Peru yang ditemukan.

Namun, Beatrice Blackwood dan PM Danby yang sejak lama menyelidiki modifikasi kepala percaya kalau ukuran kepala yang dihasilkan bisa berbeda tergantung dengan metode yang digunakan. Ini bisa ditemukan pada praktek salah satu suku di Papua Nugini yang ternyata menggunakan beberapa metode yang berbeda untuk membentuk kepala.

Metode tertentu mungkin bisa menghasilkan ukuran kepala yang super ekstrem seperti pada tengkorak-tengkorak Peru.

Lalu, bukti lain yang menguatkan teori ini adalah fakta kalau tengkorak-tengkorak tersebut ditemukan di wilayah yang suku-sukunya diketahui memang mempraktekkan Cranial Binding, seperti Peru, Mesir dan Eropa.

Jadi, saya rasa penjelasan ini lebih masuk akal dibanding teori lainnya yang tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Satu-satunya pertanyaan yang mungkin masih belum terjawab oleh para peneliti adalah mengapa praktek ini bisa dilakukan di banyak wilayah di dunia oleh suku-suku yang berbeda yang terpisah oleh wilayah Geografis yang cukup jauh?

Siapakah yang mengajarkan mereka untuk melakukannya?

Apakah mereka belajar dari orang yang sama?

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri tengkorak-tengkorak aneh dari Peru