Misteri Teori Tiga Spesies Manusia

Monday, August 2, 2010

planet evolution (info) ,

Kitab Perjanjian Lama menceritakan suatu kisah di mana Daud kecil mengalahkan si raksasa Goliath. Hanya dengan menggunakan sebuah ali-ali (tali pelontar semacam ketapel) untuk membunuh lawan bertubuh raksasa, kemenangan ajaib ini menjadikannya sebagai raja orang Yahudi yang kedua.

Sementara itu banyak orang menganggap cerita tersebut hanya sebagai suatu metafora, namun temuan terbaru dari catatan tertua bangsa Filistin menyatakan bahwa Goliath benar-benar pernah ada. Benda peninggalan sejarah berupa suatu pecahan tembikar tanah liat kecil ini telah ditemukan di Israel pada 2005 oleh Universitas bidang ahli arkeologi Tell es Safi.

Pada pecahan tembikar tersebut terukir kata-kata "Alwt and Wlt" yang menurut Professor Aaron Demsky kata-kata tersebut berkaitan dengan Goliath. Studi menguatkan bahwa ukiran tersebut telah dibuat sekitar 950 tahun sebelum Masehi, yang dipercayai oleh para ahli injil kira-kira berbeda masa 70 tahun dari sejarah pertarungan ini.
Walaupun penemuan tersebut dapat menyumbangkan kredibilitas baru terhadap kisah kuno tersebut, namun ia juga dapat menjadi bagian dari teka-teki lain yang lebih menarik. Mungkin orang akan berpikir meskipun pertarungan kuno ini benar-benar berlangsung, ukuran tubuh Goliath tersebut pastinya telah dibesar-besarkan untuk mendramatisir keadaan.
Tetapi dari bukti-bukti yang telah terkumpul dari seluruh dunia sejak abad lalu menyatakan bahwa keberadaan manusia raksasa tidaklah aneh. Kenyataanya, penemuan tersebut sudah membuat orang yakin bahwa manusia jaman dahulu terdiri dari tiga ukuran yang berbeda: manusia raksasa, manusia seukuran kita dan hobbit (manusia kerdil) .
Pada musim semi 2004, sekelompok penyelidik yang bekerja di Indonesia menemukan sisa peninggalan ras manusia "hobbit" berukuran hanya tiga kaki lebih. Para peneliti menetapkan bahwa manusia kecil ini pernah hidup berdam-pingan dengan manusia seukuran kita sekitar 13.000 tahun yang lalu.
Tim peneliti termasuk ahli paleoanthropologi Indonesia Profesor T. Jacob menamai ras manusia kerdil tersebut sebagai Homo Floresiensis. Sesuai dengan nama pulau Flores yang ada di Indonesia tempat tulang belulang ditemukan.
Sebagian orang mengatakan bahwa hobbit-hobbit ini masih berkeliaran di hutan rimba, sehingga mendorong banyak pengunjung untuk mengunjungi pulau tersebut pada tahun belakangan ini untuk menyelidiki perwujudan dari kebenaran cerita tersebut.
Bukti terhadap ras manusia raksasa bahkan lebih banyak lagi. Sisa-sisa peninggalan manusia raksasa telah ditemukan di setiap bagian dunia: Tunisia, Pennsylvania, Glen Rose, Texas, Gargayan di Filipina, Syria, Moroko, Australia, dan sepanjang pegunungan Urbasa di Spanyol. Mungkin contoh yang paling terkenal dan diakui secara ilmiah adalah "Raksasa Java," yang ditemukan di Tiongkok Selatan.
Sisa-sisa peninggalan manusia serupa ditemukan dekat Tiongkok Selatan ternyata memiliki 6 jari pada setiap kaki dan tangannya. Ciri khas lebih dari lima jari kaki dan tangan kelihatannya merupakan sebuah ciri tetap pada ras manusia ini, sebagaimana seperti yang telah terlihat pada contoh-contoh yang lainnya.
Di Soviet Georgia, ditemukan kerangka manusia yang tingginya antara 9 dan 10 kaki juga memiliki 6 jari pada tangan dan kakinya. Di beberapa ayat dalam Kitab Samuel yang menyebutkan keberadaan manusia raksasa, juga diceritakan fenomena enam jari ini, seperti kitab 2 Samuel 21:20, "Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat, dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya, orang ini juga termasuk keturunan raksasa."
Walaupun terdapat sangat banyak bukti tulang belulang, begitu juga temuan perkakas dan gigi-gigi yang mana setidaknya membuktikan besarnya ukuran manusia raksasa dibandingkan ukuran manusia normal, namun kelihatannya masih tidak banyak ilmuwan mendedikasikan diri untuk meneliti fenomena ini.
Dunia modern sering kali menyebutkan perihal ukuran ras manusia berbeda ukuran ini sebagai naskah kuno dan cerita rakyat, yang banyak diceritakan dari berbagai kebudayaan berbeda. Namun bagaimanapun juga dari banyak bukti sisa peninggalan yang ditemukan di seluruh dunia, barangkali cerita-cerita "dongeng" ini mungkin adalah kisah nyata pada waktu itu.
Jika ras manusia berbagai ukuran ini benar-benar ada, mengapa tiga ukuran dan kemanakah dua ukuran yang lain saat sekarang ini? Apakah mereka mempunyai hubungan sosial yang baik atau bermusuhan dengan leluhur kita? Apakah mereka saling tolong menolong? Atau saling tidak peduli? Struktur sosial apa yang mereka punyai? Sekarang kita hanya dapat melihat pada cerita-cerita dari jaman yang sangat lampau dan mengira-ngira berapa banyak lagi mitos dengan bukti kongkrit yang akan terungkap.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Teori Tiga Spesies Manusia

Kasus Teleportasi Gil Perez yang Misterius

planet evolution (info) ,

Sampai saat ini, teleportasi mungkin hanya merupakan bagian dari film science fiction walaupun banyak kisah-kisah yang mengkonfirmasi kemungkinan adanya fenomena ini. Di bawah ini adalah salah satu kisah pendek mengenai sebuah kasus kemungkinan teleportasi yang terjadi pada abad pertengahan.



Pada pagi hari tanggal 24 Oktober 1593, Para penjaga di Mexico menemukan seorang pria kebingungan yang berkeliaran di Plaza Mayor di Mexico City. Apa yang membingungkan dari pria ini adalah, ia mengenakan seragam prajurit Philipina yang berjarak 9.000 mil laut dari Mexico.

Pria itu bernama Gil Perez dan ia tidak tahu bagaimana ia bisa sampai di tempat itu.

Sebagian orang yang membaca kisah ini beranggapan kalau dengan suatu cara, Gil Perez telah mengalami teleportasi secara misterius sehingga bisa muncul di Mexico.

Sejarawan lainnya meragukan akurasi kisah ini dan menganggapnya sebagai hoax atau sebuah urban legend yang berusia sangat tua. Sejarawan Mike Dash misalnya, menganggap kisah ini tidak bisa dipercaya karena catatan mengenainya baru muncul pada abad ke 17, sekitar satu abad setelah peristiwa munculnya Perez di Mexico.

Tapi, sepertinya, cukup menarik untuk menyimak pengalaman Gil Perez. Soal percaya atau tidak, saya serahkan kepada masing-masing pembaca.

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, Gil Perez tiba-tiba muncul di Plaza Mayor di Mexico City pada tanggal 24 Oktober 1593. Saat itu Perez mengenakan seragam Palacio Del Gobernador, prajurit pengawal istana gubernur di Philipina.

Saat itu Philipina berada di bawah kekuasaan Spanyol dan Perez adalah prajurit Spanyol yang ditugaskan di wilayah itu.

Yang misterius adalah, bagaimana Perez bisa berada di tempat itu.

Menurutnya, ia sama sekali tidak mengerti bagaimana ia bisa muncul di tempat itu. Ketika ditanya oleh para penjaga yang menemukannya, Perez menjawab:

"Nama saya Gil Perez. Soal mengapa saya berdiri disini adalah karena saya sedang menjalankan perintah yang diberikan kepada saya. Pagi ini, saya diperintahkan untuk berjaga-jaga di muka pintu istana gubernur di Manila. Tetapi, saya tahu persis kalau tempat ini bukan istana Gubernur dan sepertinya saya tidak sedang berada di Manila. Saya tidak tahu mengapa dan bagaimana saya bisa berada disini."

Menurutnya, saat itu ia sedang bertugas di istana gubernur di Philipina. Lalu, ia merasa pusing dan hampir pingsan. Kemudian, ia bersandar di dinding sejenak dan menutup matanya.

Ketika ia membuka matanya kembali, seluruh pemandangan di hadapannya telah berubah.

Sekarang ia berada di Mexico City.

Perez mengakui kalau ia tidak mengerti mengapa ia bisa berpindah tempat.

Ia juga menceritakan kalau malam hari sebelum ia muncul di Mexico, gubernur Philipina, Gomez Perez Dasmarinas, telah dibunuh oleh para pembajak Cina di Maluku.

Ketika diberitahu kalau ia berada di Mexico, Perez menolak untuk percaya karena pada tanggal 23 oktober, ia masih berada di Manila dan mendapatkan perintah untuk bertugas. Karenanya, mustahil ia bisa berada di sebuah tempat yang sangat jauh jaraknya dalam satu hari.

Otoritas Mexico yang mengetahui peristiwa aneh ini segera memasukkan Perez ke penjara karena menganggapnya sebagai desertir dan melakukan praktek penyembahan setan.

Perez menolak anggapan kalau ia adalah penyembah setan. Menurutnya ia telah berpindah tempat dari Philipina ke Mexico dengan suatu cara yang tidak dapat dimengertinya. Karena tidak mendapatkan kesalahan apapun pada dirinya, Perez dibiarkan di dalam penjara selama dua bulan.

Sampai saat itu, tidak ada yang mempercayai Perez hingga sebuah kapal dagang Spanyol tiba di Mexico dua bulan setelah Perez dipenjara.

Kapal dagang tersebut datang dari Manila dan membawa kabar yang mengejutkan.


Kabar itu mengkonfirmasi fakta yang diberikan oleh Gil Perez mengenai terbunuhnya gubernur Philipina oleh bajak laut Cina pada tanggal 23 Oktober 1593, malam sebelum Perez muncul di Plaza Mayor.

Bagaimana Gil Perez bisa mengetahui fakta ini?

Jika ia ditemukan pada tanggal 24 Oktober, maka, mustahil ia bisa mengetahui informasi ini karena sebuah pesan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk tiba di tempat tujuan pada masa itu.

Bukan itu saja, kapal itu bahkan membawa seorang saksi yang bersumpah kalau ia melihat Perez ada di Manila pada tanggal 23 oktober 1593.

Mendengar ini, otoritas di Mexico segera membebaskan Perez dan mengembalikannya ke Philipina dimana ia kembali diberi tugas sebagai perajurit penjaga istana gubernur.

Walaupun kisah ini sukar dikonfirmasi, namun catatan mengenai Perez yang sudah ada pada abad ke-17 cukup menarik karena pada masa itu, ide mengenai teleportasi belum dikenal sama sekali. Dan kasus Perez akhirnya menjadi satu di antara sekian kasus misterius abad pertengahan yang tidak terpecahkan.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Kasus Teleportasi Gil Perez yang Misterius

Suasana Bumi Ini Di Tahun 3000 Nanti

planet evolution (info) ,Kira2 gimana ya bumi ini nanti kalo sekarang saja sudah seperti ini??? mungkinkah akan seperti cerita ini? Semoga saja tidak......

Tahun 3000 kondisi bumi sudah semakin berantakan, alam yang natural sudah tidak ada lagi, pepohonan nan hijau berubah menjadi gedung-gedung tinggi pencakar langit yang berkilauan dengan lapisan kaca yang seperti berlian, sinar matahari sangat menyengat kulit, langit siang berwarna jingga agak gelap karena atmosfir bumi sudah rusak diakibatkan efek kaca, serta bahan-bahan kimia yang digunakan oleh penduduk disana. Malam seperti siang, karena lampu-lampu ada dimana-mana, tetapi tidak ada satupun manusia yang berkeliaran di saat malam, karena hawa begitu panas menyengat kulit.

Di tahun 3000 penduduk selalu menggunakan baju anti sinar ultraviolet serta menggunakan kacamata khusus anti silau jika keluar rumah pada siang hari, namun jarang sekali ada yang keluar rumah karena teknologi canggihlah yang telah mengubah cara hidup mereka, mereka hanya bekerja di rumah, dengan teknologi yang dapat menghubungkan mereka di lingkungan kerja secara virtual, mereka bekerja seolah-olah di dalam kantor bertemu dengan rekan kerja, atasan, kolaborasi, meeting maupun bertemu pelanggan ataupun pembeli, begitupun untuk kegiatan sekolah, bersosialisasi, gang klub, hang out, belanja, ataupun liburan, yang mereka lakukan adalah secara virtual, ya teknologi sosial virtualisasi pada tahun dua ribuan sangat ditentang karena akan merusak tatanan kehidupan atau interaksi sosial sesama manusia, tetapi di tahun 3000 ini, semuanya serba virtual, belanja tinggal pencet di layar sentuh, melakukan pembayaran secara elektronik, tidak ada lagi uang secara fisik seperti jaman dulu, uangpun sudah berbentuk virtual alias elektronis, barang yang sudah dibeli di virtual shop dalam hitungan detik sudah datang diantarkan oleh robot khusus kurir yang dapat terbang dengan sistem anti gravitasi.


Penyakit HIV/AIDS tidak ada lagi di tahun 3000, karena prostitusi semua dilakukan oleh robot humanoid atau menggunakan virtual girl room sebuah layanan online untuk berkencan dengan gadis-gadis cantik dan selalu perawan secara virtual dan hanya mengeluarkan ongkos yang tidak mahal seperti tahun dua ribuan kebawah. Robot humanoid yang tampil serupa dengan manusia, tidak dibuat mempunyai perasaan seperti manusia, karena di tentang oleh lembaga-lembaga sosial anti humanoid yang meminta agar robot humanoid tetaplah hanya sebuah robot.

Kendaraan yang digunakan merupakan teknologi anti gravitasi, berbentuk piring dengan teknologi sentripugal, dengan memutar bagian pesawat secara horisontal dengan kecepatan tinggi sehingga gaya gravitasi akan hilang dan dapat terangkat dengan ringan tanpa terpengaruh oleh gaya gravitasi bumi.

Perputaran yang terus-menerus dengan sistem shuttling dengan piring dempet, ditengah-tengah digunakan untuk penumpang ataupun supir, dan menggunakan sedikit tenaga jet untuk melakukan manuver, Kendaraan tersebut sebetulnya di tahun dua ribuan atau tahun dibawah itu sudah ada, tetapi masih merupakan proyek rahasia oleh negara maju (awalnya untuk proyek kendaraan tempur), untuk melakukan testing mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi ada satu atau dua penduduk yang menjadi saksi mata, bahkan banyak saksi mata yang melihat kendaraan ini, sehingga di buat isu oleh pihak yang berkepentingan atas proyek kendaraan canggih tersebut dengan sebutan objek yang tidak dikenal alias UFO (Pesawat asing dengan awak alien dari planet lain). Tapi di tahun 3000 kendaraan ini merupakan kendaraan biasa yang digunakan untuk berpergian antar lintas propinsi, negara, ataupun benua secara nyata.

Agama sudah tidak menjadi pegangan hidup, semua berkiblat ke teknologi, server-server berkecepatan tinggi telah menjadi tuhan-tuhan mereka, teknologi lah yang mengendalikan mereka sehingga mereka menjadi malas, hanya segilintir orang yang memegang teguh nilai-nilai agama, dan menghindari dari racun teknologi canggih tersebut, mereka hidup berkelompok dan memisahkan diri dari penduduk yang telah teracuni teknologi canggih tersebut, dengan membuat perkampungan khusus yang selalu di awasi oleh pemerintah karena takut membuat kekacauan.

Penyakit secara fisik hampir tidak ada, karena bagian organ-organ tubuh manusia telah dibuat menggunakan sistem biotech, seperti jantung, paru-paru, ginjal, maupun otak buatan dapat ditransplantasikan secara mudah seperti mengganti batterai pada mainan elektronik saja, dan agama merupakan obat terapi fisik yang sangat mujarab akibat racun yang disebabkan teknologi canggih ini.

Kejahatan terjadi secara virtual, gang-gang atau mafia hacker selalu mengincar kenyamanan penduduk saat melakukan aktifitas virtual, yang mereka lakukan adalah mengintip data-data, mencari celah yang dapat disisipi, jika ketemu kemudian mereka menyisipkan dengan data-data yang mereka buat, dan blam mereka dapat bergabung secara virtual dan melakukan aksi-aksi kejahatan seperti aksi kejahatan nyata, seperti mencopet, menodong, melakukan perampokan,dan aksi-aksi kejahatan lainnya.

Peperangan tidak lagi terjadi secara fisik, tetapi secara virtual, saling serang-menyerang ke server masing-masing negara sudah menjadi hal biasa di tahun 3000, peperangan tidak lagi melibatkan negara, tetapi perang di tahun 3000 adalah peperangan antar mafia hacker di seluruh dunia, akibat peperangan ini, server-server yang diserang bertubi-tubi dapat meledak secara fisik, dan hal ini tidak membuat negara menjadi bangkrut, karena harga server-server canggih saat itu sangat murah.

Kepolisian antar negara mempunyai tim khusus yang dinamakan tim cyberHack, saling bekerja sama untuk menumpas mafia-mafia hacker yang selalu meresahkan penduduk disana.

Tahun 3000, tidak ada lagi yang namanya negara miskin, semuanya rata, dengan tingkat ekonomi diatas rata-rata, tapi banyak penduduk yang menjadi **** akibat penyakit kejiwaan yang telah disebabkan oleh teknologi canggih tersebut. Sehingga rumah sakit kejiwaan selalu dipenuhi oleh orang-orang yang sakit jiwa.

Agama pada saat itu menjadi pelopor konseling untuk penduduk yang telah terkena depresi kejiwaan dan mengembalikan kondisi jiwa penduduk yang rusak agar menjadi stabil. Agama menjadi seperti barang antik yang sangat di buru dan berani dibayar mahal oleh penduduk di tahun 3000 tersebut.

Adapun teknologi canggih yang telah menjadi racun dan telah menjadi tuhan penduduk di tahun 3000 adalah INTERNET.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Suasana Bumi Ini Di Tahun 3000 Nanti

Misteri Aneh yang Belum Terungkap di Dalam Otak Manusia

planet evolution (info) ,
Sampai saat ini masih banyak mysteri yang belum terungkap dari pikiran kita. Para ahli memang bisa menjelaskan fenomena-fenomena aneh dari pikiran kita tapi masih belum tahu dari mana asal semua itu. Mungkin kalian pernah mengalami beberapa fenomena dibawah ini.
  • Déjà Vu
Déjà vu /ˈdeɪʒɑː ˈvuː/ adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya adalah "sejajar" dan mnimi (μνήμη) "ingatan".

Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yg kuat, takut dan merasa aneh. Kadang “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengam mimpi tapi kadang juga timbul perasaan yang mantap kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.

Menurut para pakar, setidaknya 70% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini.
  • Déjà Vécu
Déjà Vécu (dibaca vay-koo) adalah perasaan yg lebih kuat dari Déjà Vu. Kalo Déjà Vu kita merasa sudah pernah melihat kejadian sebelumnya tapi dalam Déjà Vécu kita akan mengetahui peristiwa tersebut jauh lebih detail seperti mengingat bau dan suara-suara pada kejadian tersebut.
  • Déjà Visité
Déjà Visité adalah perasaan yg tidak biasa dimana kita merasa mengenal suatu tempat padahal sebelumnya kita tidak pernah mengunjugi tempat tersebut. Kalo Déjà vu berhubungan dengan peristiwa sedangkan Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi. Nathaniel Hawthorne dlm bukunya yg berjudul “Our Old Home” bercerita saat dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil tiba-tiba merasa klo dia sudah sangat mengenal layout dari kastil yg baru pertama kali dia datangi itu. Belakangan dia sadar kalo bertahun-tahun sebelumnya pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan dengan detail kastil tersebut.
  • Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.
  • Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Jadi kamu tidak mengenal sebuah situasi padahal kamu yakin sekali kalau sebelumnya kamu pernah ada disitu. Begini gampangnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yg dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yg disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik ternyata 68 orang mengalami gejala Jamais Vu yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata. Ya Jamais Vu didiagnosis karena “kelelahan otak”.
  • Presque Vu
Presque Vu adalah perasaan yg kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany sangat jarang terjadi. Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan aneh.
  • L’esprit de l’Escalier
L’esprit de l’Escalier (stairway wit) adalah saat kita merasa bisa melakukan sesuatu yg lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya begini: Kamu seorang pemain sepak bola, saat tendangan penalti kamu menendang bola kesamping kiri dan ternyata berhasil diblok kiper. Tiba-tiba pikiran kamu mengatakan, “Ahh aku sebenernya tadi udah yakin kalo nendang ke kanan pasti gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier adalah rasa penyesalan tidak melakukan tindakan yg berlawanan dari suatu peristiwa sebelumnya.
  • Capgras Delusion
Capgras Delusion adalah fenomena dimana kita merasa yakin kalau keluarga atau teman dekat kita sebenernya adalah orang lain yang wujudnya sama persis. Seperti cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih oleh makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa. Khayalan ini biasa terjadi pada penderita schizophrenia atau kelainan mental lain.
  • Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang sangat jarang terjadi. Orang yg mengalami Fregoli Delusion sangat percaya kalau beberapa orang yang dia kenal sebenarnya adalah satu orang yang melakukan berbagai penyamaran. Fregoli berasal dari nama aktor Italia “Leopoldo Fregoli” yang bisa melakukan merubah penampilan dengan cepat dalam pertunjukannya.
  • Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena dimana sesorang kehilangan kemampuan untuk mengenal wajah orang atau benda lain yang seharusnya mereka kenal. Orang yang mengalami ini biasanya menggunakan indera lain untuk mengingat orang tersebut, seperti bau parfum, gaya bicara atau cara berjalan orang itu.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Aneh yang Belum Terungkap di Dalam Otak Manusia

Misteri Pengalaman Mati Suri Terpecahkan

planet evolution (info) ,

Ada yang mengatakan saat mati suri mereka mengambang di atas tubuh mereka sendiri. Sedangkan yang lain berjalan di terowongan cahaya atau diliputi rasa damai.


Namun ilmuwan menyimpulkan pengalaman menjelang hampir mati mungkin hanya disebabkan oleh badai listrik di otak yang sekarat.

Sebuah studi tentang otak sakit kritis pada pria dan wanita mengungkapkan adanya semburan singkat aktivitas sebelum kematian.

Peneliti Lakhmir Chawla mengatakan “Kami berpikir bahwa pengalaman hampir mati bisa disebabkan oleh gelombang energi listrik saat otak kehabisan oksigen.

Saat aliran darah melambat dan tingkat oksigen habis, sel-sel otak memicu satu impuls listrik terakhir.
“Ini dimulai di salah satu bagian dari otak dan menyebar dan ini dapat memberikan sensasi.”

Dr Chawla, dari Universitas George Washington, memantau aktivitas otak dari tujuh orang sakit untuk memastikan obat penghilang rasa sakit yang sedang diberikan bekerja.

Dalam setiap kasus, aktivitas otak dalam satu jam atau lebih sebelum kematian terpotong oleh dorongan singkat, yang berlangsung dari 30 detik sampai tiga menit.

Tingkat yang sama seperti yang terlihat pada orang sadar, meskipun tekanan darah sangat rendah dapat menghasilkan perasaan dan cahaya terang, kata peneliti.

Menulis dalam Jurnal Kedokteran Paliatif, ia berkata “Kami berspekulasi bahwa pada pasien yang berhasil kembali, mereka mungkin ingat gambar dan kenangan dipicu oleh riak itu.

“Kami menawarkan ini sebagai penjelasan di mana banyak pasien telah keluar dari tubuh ketika berhasil kembali dari pengalaman hampir mati.”

Riset yang dirilis bulan lalu menyebut pengalaman mati diakibatkan turunnya level karbon dioksida di dalam darah dan mengubah keseimbangan kimia otak dan membodohi seperti ‘melihat’ sesuatu.

Sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa hampir satu dari lima pasien serangan jantung yang selamat dilaporkan mengalami pengalaman hampir mati.

Pengalaman hampir mati itu termasuk ke luar dari tubuh, perasaan menyenangkan, melihat sebuah terowongan, lampu, kerabat meninggal atau hidup mereka ‘berkedip di depan mata mereka’.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Pengalaman Mati Suri Terpecahkan

Misteri Hidup Lagi Setelah Mati Beku

planet evolution (info) ,m

img
Seattle, Dalam beberapa kasus, orang yang mati kedinginan pada suhu ekstrem bisa hidup lagi. Seorang peneliti berhasil menjelaskan fenomena ini lewat eksperimen yang dilakukan dengan ragi dan cacing tanah.

Mati beku atau 'freezes to death' dipicu oleh suhu dingin yang terlalu ekstem, yang sering terjadi di pegunungan atau daerah beriklim dingin. Meski sangat jarang, seseorang yang mati beku bisa hidup kembali.

Kasus pertama terjadi pada musim dingin 2001, menimpa Erika, seorang bayi 13 bulan di Kanada. Gara-gara hanya mengenakan popok saat berkeliaran di luar rumah, ia tewas dengan suhu tubuh anjlok hingga 16 derajat celcius.

Saat ditemukan, jantung bayi itu diperkirakan telah berhenti berdenyut selama 2 jam. Ajaibnya, jantung si bayi kembali berdenyut tak lama setelah dihangatkan dan diberi napas buatan.

Kasus berikutnya terjadi di Jepang pada tahun 2006. Seorang pria, Mitsutaka Uchikoshi hilang di Gunung Rokko yang bersalju dan ditemukan 23 hari kemudian dalam kondisi membeku dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya metabolisme.

Pria ini akhirnya hidup lagi setelah dibawa ke tempat yang lebih hangat, dan diberi pertolongan. Bahkan kondisi kesehatannya dilaporkan pulih tak lama kemudian.

Didahului dengan kondisi anoksia (tidak memiliki oksigen)
Ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Mark B. Roth, Ph.D. berusaha menjelaskan fenomena ini lewat sebuah eksperimen. Seperti dikutip dari Science Daily, Jumat (11/6/2010), Roth menggunakan ragi dan embrio cacing tanah (nematoda).

Pada eksperimen pertama, ia menyimpan ragi dan embrio tersebut pada suhu di atas titik beku. Dalam waktu 24 jam, 99 persen dari makhluk itu benar-benar mati dan tidak bisa hidup lagi meski dihangatkan.

Berikutnya, ragi dan embrio cacing diletakkan dalam lingkungan kurang oksigen sebelum dibekukan dalam keadaan anoksia (tidak memiliki oksigen). Pada percobaan ini, 66 persen ragi dan 97 embrio cacing bisa hidup lagi setelah dihangatkan dan diberi cukup oksigen.

Kondisi anoksia, menurut Roth telah menyebabkan siklus sel berhenti sehingga kedua jenis makhluk hidup tersebut menjadi mati suri. Didukung suhu dingin, maka secara biologis siklus sel terjaga untuk tetap stabil selama mati suri sehingga tidak benar-benar mati.

"Ketika makhluk hidup mati suri dalam kondisi demikian, risiko terjadinya kesalahan dalam proses biologis yang memicu kematian akan berkurang," ungkap Roth.

Penelitian yang didanai oleh NIH dan National Science Foundation ini akan dipublikasikan secara online dalam jurnal Molecular Biology of the Cell edisi 1 Juli mendatang.

Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - Misteri Hidup Lagi Setelah Mati Beku

3 Jam Terjebak di Masa Silam

planet evolution (info) ,

Tanggal 4 Agustus 1951, fajar belum lagi menyingsing. Laut bergemuruh oleh derai
ombak yang menghantam karang di kawasan pesisir Puys, Prancis.



Subuh yang tenang dan damai. Namun hari itu berubah menjadi pengalaman
menakutkan bagi dua turis perempuan asal Inggris yang sedang berlibur di
Puys.


Puys, sebuah desa tepi pantai dekat pelabuhan Dieppe di Normandy, Prancis
menjadi lokasi wisata alternatif dengan pemandangan pantai, beting, dan tebing
karang. Romantis untuk sebagian orang yang suka laut. Hal ini yang mendorong dua
turis perempuan itu memilih Puys sebagai tempat liburan musim gugur. Namun
pengalaman liburan itu menjadi kenangan tak terlupakan bagi mereka.


Subuh hari itu, kedua turis perempuan itu terbangun oleh gaduhnya suara
tembakan gencar. Suara itu semakin menguat dengan rentetan tembakan yang semakin
gencar disusul jeritan dan tangisan yang sangat kacau, lalu terdengar dengung
sejumlah pesawat pembom, ledakan bom, tembakan mortir dan tembakan, teriakan…
Keduanya kaget bukan kepalang. Mereka kini seolah berada di tengah kancah
pertempuran hebat.


Suara demi suara pertempuran itu tetap menggema dan terdengar jelas oleh
mereka. Namun mereka tak berani bergeming keluar dari kamarnya. Hanya tiarap dan
bersembunyi ketakutan di sudut kamar. Tubuh menggigil akibat suara tembakan dan
ledakan yang kadang terdengar sangat dekat, atau suara-suara perintah khas
militer dalam bahasa Inggris dan Jerman, jeritan kesakitan, dan isak tangis.


Selama kurang lebih tiga jam mereka mendengar jelas semua suara pertempuran
di luar sana. Sampai akhirnya suara-suara mengerikan itu semakin samar… samar…
dan hilang! Debur gelombang menghantam karang sayup kembali terdengar. Fajar
sudah menyingsing.


Setelah menenangkandiri, keduanya kemudian memberanikan diri keluar kamar.
Dengan takut-takut mereka mengintip keluar jendela. Pemandangan di luar sana
normal. Tak ada bekas pertempuran baru sama sekali. Hanya rumah, karang, pantai,
pepohonan… suasana hariandi Puys.


Keduanya kemudian bertanya-tanya kepada beberapa orang yang berada di dkat
sana, apakah mereka mendengar suara pertempuran barusan? Semua hanya menggeleng
dengan wajah bingung. Tak ada kegaduhan apapun apalagi suara tembakan dan
ledakan bom. Seorang penduduk lokal yang agak tua mengatakan tak ada pertempuran
baru di Normandia setelah D-Day “Operation Overlord” (1945) dan Operation
Jubilee (1942). Sang kakek menjelaskan bahwa Pelabuhan Dieppe, Puys and
Pourville merupakan titik pendaratan pasukan gabungan Sekutu (Inggris, Kanada,
AS dan Polandia) dalam Operation Jubille 19 Agustus 1942.


Lantas, apakah yang sebenarnya terjadi? Kedua turis Inggris itu tak mengerti.
Mereka sangat yakin bahwa apa yang mereka dengar adalah sebuah pertempuran yang
bahkan seolah bisa mereka lihat. Dalam kebingungan, mereka kemudian membuat
laporan ke otoritas setempat mengenai fenomena tersebut. Mulanya laporan itu
diabaikan, namun akhirnya sebuah lembaga khusus di Inggris tertarik akan hal
tersebut.

Detail yang Mencengangkan

British Society
of Psychical Research lah yang kemudian melakukan riset dan penelitian terhadap
fenomena tersebut. Mereka sangat yakin bahwa apa yang dialami dua turis
perempuan Inggris itu adalah bagian dari misteri alam yang tidak terpecahkan.
Namun mereka punya asumsi, kemungkinan keduanya telah terjebak dalam “kedutan
waktu”. Suatu fenomena terbukanya semacam portal energi di suatu tempat yang
memungkinkan orang bisa merasakan apa yang telah terjadi di masa lalu.
Benarkah?


Mungkin saja benar. Karena penelitian terhadap laporan perempuan itu memang
menunjukkan kesamaan peristiwa dengan kejadian nyata di Puys dalam gelar
Operation Jubilee, yaitu operasi tempur pendaratan Sekutu di Normandia untuk
memukul Jerman yang bercokol di Prancis pada 19 Agustus 1942. Operasi itu gagal
dan kemudian menjadi bahan pertimbangan penting untuk gelar operasi tempur
berikutnya “Operation Overlord” D-Day 6 Juni 1945 yang sukses mengalahkan
dominasi Jerman di Prancis.


Bukti-bukti kebenaran akurasi cerita kedua turis itu dibuktikan dengan kros
cek terhadap arsip data rahasia militer yang tidak pernah dipublikasikan.
Hasilnya ada sejumlah besar persamaan persitiwa yang mencengangkan semua
pihak.


Walau pun kedua perempuan itu mengetahui kisah tentang Operasi Jubilee di
Dieppe dari banyak literatur saat itu, mereka tak akan mendapat detail penting
seperti yang tercantum dalam arsip rahasia militer itu. Namun kenyataannya
mereka memapar data detail yang hampir persis sama dengan arsip militer
tersebut.


Read more: http://wawanwae.blogspot.com/2009/01/cara-membuat-related-post-posting.html#ixzz0rTVhPOvn
READ MORE - 3 Jam Terjebak di Masa Silam